Bekasi Online

Hari Santri, Lapas Karawang Dirikan Pesantren Nurul Iman

Bupati dan Wabup Karawang Cellica Nurrchadiana dan Aep Syaepuloh peringati Hari Santri Nasional di Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas II A Karawang, Jumat 22 Oktober 2021. [Posbekasi.com /IST]

POSBEKASI.COM | KARAWANG
Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana, mengapresiasi pendirian Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas II A Karawang, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Jumat 22 Oktober 2021. Apresiasi itu disampaikannya saat meresmikan pesantren didampingi Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dan pejabat terkait.

Bupati menyebut adanya pesantren dalam lembaga pemasyarakatan sebagai program yang sangat bagus. Pemkab Karawang, katanya, siap membantu secara moril dan materiil terhadap pesantren itu.

“Kami siap membantu dan mendukung,” kata bupati ditemui usai peresmian.

Bupati mengaku akan memberikan hadiah bagi mereka yang mampu menghapalkan satu juz Alquran secara bertahap. Hal ini sebagai penyemangat para santri Nurul Iman.

“Misalnya kebutuhan mereka. Tapi bukan bebas, karena itu bukan kewenangan saya,” ujarnya.

Bupati berharap hadirnya pesantren di Lapas Kelas II A Karawang dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri warga binaan, agar ketika bebas menjadi pribadi yang lebih baik.

“Semoga warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Lenggono Budi mengungkapkan, cikal bakal didirikannya pesantren bagi warga binaan sudah muncul sejak lama. Sebelumnya telah berdiri blok santri.

Di dalam lapas, sudah berdiri masjid dan aula untuk belajar para santri. Kemudian juga ada asrama santri, yang sementara menggunakan ruang tahanan di blok D, yang kebetulan bertingkat. Asrama itu diperkirakan muat untuk 99 santri.

“Hari ini akhirnya diresmikan. Santri yang bergabung bertahap. Sementara santri 99 orang,” kata Lenggono.

Kegiatan di pesantren itu, sama dengan kegiatan di pesantren pada umumnya. Termasuk kurikulumnya pun sama. Para pengajarnya juga dari pesantren.

Peresmian Pesantren Nurul Iman, kata dia, tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Kantor Kementerian Agama Karawang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang, dan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat dan pihak lainnya.

“Pemkab Karawang juga bersedia membantu,” ungkap dia.

Ia berharap didirikannya pesantren, dapat memberikan pembinaan secara keagamaan dan moril. Kelak jika sudah bebas, warga binaan lulusan Pesantren Nurul Iman diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan menularkan ilmu yang dipelajarinya saat menjadi santri kepada keluarga dan lingkungannya di tengah masyarakat.[DIN]

BEKASI TOP