
Direktur RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dr. Kusnanto mengatakan distribusi layanan kesehatan ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pasien terduga Covid-19 dan karena terbatasnya ruang isolasi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.
“Tidak semuanya di tangani di RS Jakarta, di masing-masing kota juga menyiapkan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat tentang kerjasama rujukan RS masing-masing daerah,” ungkap dr. Kusnanto, di Bekasi, Sabtu, (21/3/2020).
Dengan penyebaran distribusi layanan kesehatan ini diharapkan mengurangi adanya penumpukan pasien di satu rumah sakit saja. Seperti di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid yang memang menjadi rujukan Covid-19 di Kota Bekasi.
“Fasilitas ruang isolasi di kami terbatas dan apalagi menerima warga dari Kota dan Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Berikut 37 RS rujukan pandemi corona, 4 RS milik Pemkot yakni; RSUD Kota Bekasi, RS Kelas D Bantar Gebang, RS Kelas D Jatisampurna dan RD Kelas D Pondok Gede.
33 RS swasta; RS Ananda, RS Awal Bros, RS Awal Bros Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, RS Mitra Bekasi Timur, RS Permata Cibubur, RS Anna, RS Anna Medika, RS Cikunir, RS Bhakti Kartini, RS Citra Harapan, RS Graha Juanda.
Kemudian RS Hermina Galaxy, RS Kartika Husada Jatiasih, RS Masmitra, RS Mekarsari, RS Mitra Keluarga Cibubur, RS Rawalumbu, RS Satria Medika, RS Selasih Medika, RS Siloam Bekasi Timur, RS Taman Harapan Baru, RSIA Kurnia Kasih, RSIA Rinova Intan, RS Karya Medika Bantar Gebang, RS Sentosa, RS St. Elisabeth, RS Juwita dan RS Siloam Sepanjang Jaya. [ISH]

