Jangan Merasa Paling Tahu dan Memonopoli Solusi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.[DOK.DKI]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Solusi bisa datang dari siapa aja. Jangan pernah merasa paling tahu dan memonopoli solusi atas setiap masalah. Apalagi bila di pemerintahan. Ide, solusi, terobosan dan kebaruan sering hadir dari masyarakat yang sehari-hari jadi pengguna jasa pelayanan.

Itulah sebabnya, kami selalu mengedepankan pendekatan gerakan. Kini Pemprov DKI Jakarta sudah makin terbiasa untuk membangun dengan pendekatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat utk sama-sama menyelesaikan masalah. Itulah yang terjadi dalam urusan “signage” dan “way finding” untuk halte-halte di Jakarta.

Berawal dari gagasan dan inisiatif teman-teman Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), minggu lalu kita undang diskusi ke Balaikota. Dan kemarin kita berkolaborasi untuk memasang papan informasi seputar transportasi publik pada 28 halte non BRT di sepanjang Jalan Sudirman – MH Thamrin.

Informasi yang dipasang tersebut berupa peta, penanda (signage), dan penunjuk jalan (wayfinding) untuk memudahkan masyarakat maupun turis mancanegara dalam menggunakan kendaraan umum di Jakarta. Petanya dirancang oleh FDTJ, Pemprov DKI mencetak, menggandakan dan memastikan terpasang dan tersedia di halte. Kolaborasi ini juga melibatkan beberapa dinas dan unsur terkait, seperti Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, PT. Transportasi Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Kreavi.

Di sinilah kekuatan sebuah kolaborasi. Civil Society, masyarakat memiliki kekuatan pada aspek inovasi/kreativitas. Tetapi mereka tidak memiliki wewenang dan kapasitas untuk menggandakan. Di sisi lain, kekuatan Pemerintah ada pada wewenang, dan kemampuan untuk membesarkan, menggandakan. Keduanya digabungkan. Karena itulah kemudian, peta ini menjadi salah satu simbol dari kolaborasi yang dibangun di Jakarta, bukan pemerintah bekerja sendiri, tapi pemerintah bekerja bersama masyarakat menyelesaikan masalah yang ada di kota ini, sebuah Kota 4.0.

Peta yang dipasang adalah peta yang mengintegrasikan semua moda transportasi umum. Pesannya adalah integrasi antar moda di Jakarta makin hari makin lengkap makin komplet. Karena bagi masyarakat, apakah dia menggunakan angkutan bis, ataupun mikro bis, ataupun MRT, atau LRT, semuanya adalah angkutan umum. Jadi ini adalah sebuah babak baru pengintegrasian #JakLingko.

Saya berharap ini juga menjadi tempat untuk pembelajaran. Pada sekolah dan keluarga, ajak anak-anak, gunakanlah kendaraan umum dan mampirlah lihat peta ini. Izinkan anak-anak kita belajar tentang transportasi umum massal dengan mereka mempelajari peta ini. Dengan cara seperti itu, maka semangat untuk mendorong penggunaan transportasi umum massal ini akan meluas InsyaAllah. [Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan]

Pin It

Comments are closed.