Perempuan Pejuang Deklarasi API untuk Keadilan

Deklarasikan Aliansi Perempuan Indonesia (API) di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).[IST]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Puluhan kaum perempuan, Jumat (12/7/2019),  mendeklarasikan Aliansi Perempuan Indonesia (API) sebagai bentuk kepedulian terhadap kedaulatan rakyat dan bertekad terus melanjutkan perjuangan demi keadilan.

“API dideklarasikan berangkat dari kondisi atau keadaan negara saat ini memprihatinkan serta banyaknya ketimpangan terutama persoalan ekonomi, hukum dan sisi kehidupan bernegara dan kemanusiaan,” kata Ketua Umum Dara Hakim saat mendeklarasikan API bersama puluhan perempuan pejuang keadilan dari berbagai profesi di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

Didampingi Sekjen API Siti Khadijah, para perempuan pejuang di antaranya tokoh perempuan Ina Tanamas, Dara menyatakan pada deklarasi API menyuarakan “Stop arogansi kekuasaan, Stop jual diri untuk kekuasaan, Stop kebohongan publik, Usut tuntas korban tragedi 21-22 Mei”.

“Ini semua tidak lepas dari peran serta perempuan yang menghendaki kehiduoan keluarga tanpa kekerasan apapun,” ungkapnya.

Menurut Dara yang merupakan Alumni Universutas Indonesia (UI), API tidak berafiliasi pada golongan, politik praktis apapun semuanya adalah perempuan Indonesia yang berjuang untuk generasi bangsa.

“Jadi jelas ya, API tidak berafiliasi pada golomgan atau partai apalagi kelompok 01 atau 02, Pemilu serentak sudah selesai API fokus pada kelanjutan perjuangan bangsa,” jelasnya.

Dara mencontohkan tekad API halnya kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat akan menjadi perjuangan kaum perempuan masa kini.

“Termasuk di dalamnya soal meroketnya harga sembako, dicabutnya subsidi tarif dasar listrik, gas, BBM, dan tingginya pajak,” terang Dara.

API menilai DPR saat ini tidak peka terhadap hajat hidup perekonomian maupun perlindungan pada rakyat.

“Mandulnya DPR dengan tidak pekanya terhadap apa yang dialami maupun kejadian yang terjadi di masyarakat,” kata Dara.[REL]

Pin It

Comments are closed.