Heboh Penemuan Barang Antik, Disbudpar: Bukan Artefak Bernilai Selangit

Dua barang temuan warga di Dusun Sungai Bambu yang virak disebut-sebut barang antic ternyata barang biasa buatan China.[IST]

POSBEKASI.COM | KARAWANG – Berbagai fenomena muncul di awal tahun 2019 ini. Di Kabupaten Karawang tepatnya di Kecamatan Pedes, warga digegerkan dengan penemuan barang antik bertuliskan tulisan China.

Banyak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, Polres Karawang dan ahli cagar budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang konferensi pers, Rabu 9 Januari 2019.

Kasubbag Humas AKP Marjani didampingi Kasat Intel Polres Karawang dan tim ahli dari Disbudpar Karawang, mengatakan, penemuan benda oleh seorang warga pada Selasa 8 Januari 2019, di Dusun Sungai Bambu, Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, viral di medsos menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Untuk itu kami mengundang tim ahli cagar budaya untuk kiranya bisa menjelaskan seluk beluk dari barang tersebut,” kata Marjani.

Tim Ahli Cagar Budaya Disbudpar, Iwan Zulkarnain, melihat fisik kasat mata dan rabaan saja jika memang benar logam asli ini ditemukan di air tentu akan menjadi korosi atau pemudaran yang artinya barang ini bukan ditemukan di sungai atau juga bukan di pendam di dalam tanah.

KLIK : Puluhan Buruh Pengedar Narkoba Diringkus

“Bisa disimpulkan, besi biasa (kuningan) dan juga di benda ini ada bahasa China yang artinya ucapan selamat panjang umur (patung bangau) dan yang satu lagi memiliki arti kantung sudah penuh dan siap untuk kembali,” terangnya.

“Bisa dipastikan bukan sebuah artefak ataupun prasasti, hanya sebuah suvenir yang dibuat juga di Indonesia,” tambahnya.

Untuk itu, Kepolisian menghimbau masyarakat dapat berkordinasi dan memastikan pada pihak terkait. “Jika menemukan benda yang serupa agar tidak menjadikan sebuah polemik sehingga masyarakat berbondong-bondong mencari benda yang dikiranya memiliki harga selangit,” kata Marjani.[DIN/POB]

Pin It

Comments are closed.