
“Kemahalan Rp4 ribu. TransJakarta dari Bekasi ke UKI Cawang atau ke Grogol saja ongkosnya cuma Rp3500. Itu sudah termasuk terusan mau kemana saja dengan TransJakarta sudah tidak lagi dikenakan tarif,” kata Syaibun kepada Posbekasi.com, Rabu 2 Januari 2019.
Menurut warga Rawalumbu yang setiap hari beraktivitas ke Jakarta dengan menggunakan jasa transportasi TransJakarta, meminta Pemko Bekasi maupun pihak berwenang mengkaji ulang besaran tarif TransPatriot.
“Kalau bisa tarifnya dikaji ulang, dengan harapan di bawah tarif TransJakarta, Rp2500 atau Rp300 ribu. Inikan sekali jalan Terminal Bekasi ke Harapan Indah. Kalau TransJakarta kan terusan, kemana saja dengan bus TransJakata tidak lagi dikenakan tariff,” pintanya.
Kepala Divisi TransPatriot Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP), Nirwan Fauzi, mengatakan, penetapan tarif sesuai surat keputusan (SK) Kadishub Nomor 551.2/kep/4764-dishub/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018 tentang Tarif Angkutan Umum Massal Bus TransPatriot.
KLIK : Bus TransPatriot Menggelinding
“Setelah keluar SK pertanggal 31 Desember 2018, sebagai pengelola segera memberlakukan besaran tarif Rp4 ribu setiap penumpang,” kata Nirwan, Selasa 1 Januari 2019.
Menurut Nirwan, sebelum tarif tersebut diberlakukan lebih dahulu disosialisasikan ke masyarakat. “Kita tidak langsung berlakukan, setelah keluar SK langkah sosialisasi dulu. Karena masyarakat sejauh inikan taunya gratis. Kita buat pengumuman misal pada tanggal sekian mulai bayar, berapa lama sosialisasinya akan diputuskan nanti,” katanya.
Sedangkan untuk pembayarannya baru melayani sistem tunai. “Pembayarannya baru sistem tunai, ke depan akan diterapkan pembayaran non-tunai,” ungkapnya.
TransPatriot yang mulai beroperasi 26 November 2018 lalu, sebagai angkutan massal dalam Kota Bekasi masih gratis.
Sedangkan trayek TransPatriot, dari Terminal Bekasi – Harapan Indah merupakan trayek perdana, dengan jumlah halte yang disinggahi sebanyak 34 halte. Operasi TransPatriot mulai pukul 05:00 – 22:00.[ISH/MET/POB]

