
“Kita mendengar keluhan warga Kota Bekasi, banyak yang mengeluhkan penanganan sampah yang kurang optimal,” kata Koordinator Dialog YAAB, Aris Yulianto,ST, di salah satu restoran di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Ahad 4 November 2018.
Tampak hadir sejumlah tokoh di antaranya, Drs.Heri Koswara,MA, Sapto Waluyo,S.Sos.Msi, Bram Indrajaya,SE.MM, dan peserta dialog.
KLIK : Anies Minta Pemkot Bekasi juga Patuhi Perjanjian Kerja Sama
Heri Koswara menyambut baik dan meapresiasi pemuda seperti YAAB yang peduli dengan lingkungan hidup terlebih masalah sampah.
“Potensi pengelolaan sampah berbasis pada warga masih bisa dioptimalkan. Di DPRD kota Bekasi ada dua komisi yang berurusan dengan sampah, Komisi Lingkungan Hidup dan Komisi Kesejahteraan Rakyat,” kata Heri yang merupakan Calon Legislatif Provinsi Jawa Barat.
Sedangkan, Sapto Waluyo dalam paparannya mengatakan sampah bisa berubah menjadi sesuatu nilai ekonomis” imbuh mantan tenaga ahli bidang komunikasi publik dan tata kelola pemerintahan kementrian sosial.
“Warga bisa diajak dialog dan diberi edukasi masalah sampah,” ungkao Sapto yang juga Direktur Center of Indonesian Reform.
Sementara, Toyo Gustaman dari Yayasan Amanah Anak Bangsa menceritakan pengalamannya dalam pengelolaan sampah sewaktu di Jepang.
KLIK : Usai Temu Anies, Walkot Bekasi: Polemik Sampah Miskomunikasi
“Konsep pengelolaan sampah warga masyarakat di Jepang bisa diimplementasikan di Kota Bekasi,” kata Toyo.
Senada Aris, Toyo mengatakan, alur dari sampah rumah tangga berlanjut ke tingkat Rukun Tetangga (RT), ke tingkat Rukun Warga (RW) sampai titik-titk di Kelurahan harus dikelola dengan baik.
“Kesadaran warga dalam pemilahan dan pengumpulan juga menjadi perhatian,” tambah Aris
Polemik masalah sampah antar Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga di singgung dalam dialog. “Masalah sampah ini bisa jadi isu nasional,” timpal Sapto Waluyo.
Di sisi lain, Pembina Yayasan Amanah Anak Bangsa, Bram Indrajaya, mengatakan memiliki anggota yang berdomisili diberbagai Rukun Warga (RW) di Kota Bekasi.
“Jika ada satu atau dua RW bisa dijadikan percontohon dalam pengelolaan sampah maka bisa menjadi percontohan bagi RW yang lain dan bisa diterapkan di seluruh Kota Bekasi,” kata Bram.[ARS/POB]

