
APBD Kota Bekasi tahun 2018 diproyeksikan Rp5,9 triliun, yang dana program untuk masyarakat meningkat drastis.
“APBD tahun depan meningkat dibanding tahun 2017 sebesar Rp5,4 triliun setelah diubah menjadi Rp5,9 triliun,” kata Asisten Daerah III, Bidang Administrasi Kota Bekasi, Dadang Hidayat.
Dimana porsi belanja tahun depan sebesar 56%, untuk belanja tidak langsung atau pegawai sebesar 44%. Sedangkan organisasi perangkat daerah mendapatkan alokasi anggaran cukup besar seperti Dinas PUPR sebesar Rp900 miliar, karena menyangkut infrastuktur jalan dan saluran.
“Peningkatan alokasi anggaran untuk program kemasyarakatan. Misalnya, kenaikan anggaran untuk program kemasyarakatan seperti pemberian insentif bagi ketua RT dari Rp1 juta menjadi Rp1,250 juta, kemudian untuk ketua RW dari Rp1,5 juta menjadi Rp1,750 juta. Ada pula kenaikan insentif bagi anggota perlindungan masyarakat dan kader posyandu dari Rp200.000 menjadi Rp500.000. Tetapi yang paling besar dari semua itu adalah kartu sehat, hampir dianggarkan Rp200 miliar. Karena kami punya Kartu Bekasi Sehat (KBS),” ternagnya.
Dikatakannya, kenaikan tersebut upaya Pemko Bekasi memberikan penghargaan kepada masyarakat.[ISH]

