Bekasi Online

DPRD Kabupaten Bekasi Kunjungi “Desa Agro Wisata” Kerta Rahayu

Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kerta Rahayu, Kamis 30 Maret 2017.[RIK]
Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kerta Rahayu, Kamis 30 Maret 2017.[RIK]
POSBEKASI.COM – Desa Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, akan menjadi daerah agro wisata salak. Namun harus memenuhi kriteria keasrian yang harus dapat dipenuhi oleh desa tersebut.

Hal itu diungkapkan Kades Kerta Rahayu, Rudi Catur Pribadi, yang didampingi staf, bersama Bhabin Kamtibmas Aiptu Yulianto, Babinsa Serma Siregar, Ketua BPD Misdi dan tokoh agama Ustadz Saefudin saat menyambut kehadiran kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi ke Desa Kerta Rahayu, Kamis 30 Maret 2017.

Rombongan Ketua Komisi II Bidang Ekonomi H Mulyana Muhtar bersama anggota komisi Mariko Sitorus, H Ayub Rohadi, beserta Ketua Fraksi PKS Muryati dan Ketua Fraksi Gerindra Iriani.

“Untuk mendapatkan predikat agro wisata dinilai dari kealamianya serta kerimbunan pepohonan. Desa Kerta Rahayu satu-satunya yang masih memiliki kerimbunan pohon salak, rambutan, dukuh, kecape daun, melinjo, nangka, dan bambu yang kini terus kita jaga keasriaannya,” kata Rudi.

Selain itu, pohon bambu sebagai komoditi dan asta karya warga desa Kerta Rahayu juga masih dijaga kerimbunannya. “Itu semua nantinya menjadi penilaian kriteria oleh DPDR.

“Belum lagi sejumlah bangunan tempo dulu, dimana Desa Kerta Rahayu hingga kini masih merawat Rawa Taman dan melestarikan bangunan lokasi sumur kramat atau sumur tua Ambaro yang sudah ratusan tahun,” tamba Rudi.

Pada kesempatan tersebut Komsisi  II DPRD melakukan peninjauan ke perkebunan pohon salak liar dan sumur tua Ambaro (mbah rantai ) di Kampung Cisaat, RT17/08, yang airnya dari bawah naik ke atas dan pada musim kemarau tidak pernah kering.

“Keunikan dari sumut Ambaro juga bisa kedalaman sumur dengan kasat mata terlihat jelas karena kejernihan airnya,” kata sesepuh Kampung Cisaat, Engkong Uleng Mulyana.

Sementara DPRD Kabupaten Bekasi meminta agar lokasi-lokasi hutan salak dan tempat wisata sumur Ambaro dan Taman Rawa tidak dijadikan sebagai lahan pembangunan perumahan apalgi pabrik.

Pada rekomendasi DPRD itu juga meminta penghijauhan Desa Kerta Rahayu terus dijaga dan menjaga kondisi pepohonan dan lingkungan sekiatar, tidak boleh merubah menset sumber daya manusia agar lebih peduli dan humanis.

Pengamanan kinjungan Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi oleh Polsek Setu itu berlangsung tertib meski banyak warga yang melihat dengan dekat wakil rakyat yang datang ke desa mereka.[RIK/RAD]

BEKASI TOP