Bekasi Online

Kejari Kabupaten Bekasi Tangani Puluhan Perusahaan Penunggak BPJS

BPJS
BPJS

POSBEKASI.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menangani kasus 55 perusahaan yang menunggak BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan sepanjang tahun 2015 di Kabupaten Karawang.

Kasi PTUN Kejari Kabupaten Bekasi, Anton Laranono, menyatakan kasus tersebut muncul karena puluhan perusahaan menyangah data penunggakan yang diterbitkan BPJS sejak tahun 2015 dengan total Rp8.840.647.283.

“Dari data Kejari Kabupaten Bekasi, 54 perusahaan menunggak BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai Rp8.712.192.805 dari jumlah tersebut Rp4.889.129.309 berhasil dilakukan penagihan,” katanya.

Sementara, satu perusahaan yang menunggak BPJS Kesehatan sebesar Rp128.454.478 yang saat ini tengah proses negosiasi.

“Dari data perusahaan tidak sinkron dengan data BPJS, misalnya Rp100 juta, tapi perusahaan cuma mengakui Rp50 juta. Ini yang menjadi permasalahan, maka kita melakukan mediasi agar permasalahan bisa diselesaikan,” terangnya.

Undang-Undang No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, mewajibkan setiap perusahaan memberikan data ke BPJS paling lama setiap bulannya tanggal 20, bila data tidak diberikan maka perusahaan dapat dikenai sanksi.

“Untuk pemberian sanksi bukan kewenangan BPJS. Sanksi bisa berupa administrasi, pembekuan hingga penutupan perusahaa itu. Tapi BPJS tidak melakukan kewenangan sehingga harus kerja sama dengan instansi Kejaksaan, pemerintah maupun Kepolisian,” paparnya.[MET]

BEKASI TOP