Bekasi Online

Walikota Beri Pilihan pada Guru Non PSN, “Mengabdi di Kota Bekasi atau Jabar”

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi beri pilihan mengabdi pada Kota Bekasi atau Jabar pada ratusan guru non PNS yang datang ke Balai Bekasi, Senin 13 Februari 2017.[BEN]
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi beri pilihan mengabdi pada Kota Bekasi atau Jabar pada ratusan guru non PNS yang datang ke Balai Bekasi, Senin 13 Februari 2017.[BEN]
POSBEKASI.COM – Ratusan guru non PNS yang bertugas di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Bekasi, Senin 13 Februari 2017, mendatangi Balai Kota Bekasi terkait alih kelola Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ke Provinsi Jawa Barat per-1 Januari 2017 lalu.

478 guru tersebut meminta kejelasan status mereka dan berharap Walikota Bekasi mengambil kebijakan atas perubahan tersebut.

Walikota Bekasi, Dr.Rahmat Effendi, yang menyambut kehadiran ratusan guru tersebut menyatakan persoalan pengelolaan SMA/SMK yang di ambil alih Provinsi Jabar pada Januari 2017 bukan lagi kewenangan Pemko Bekasi, termasuk persoalan honor.

“Kewenangan itu sekarang bukan di saya lagi, tetapi sudah menjadi kewenangan Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

Menurut Rahmat Effendi, yang bisa dilakuan Pemko Bekasi adalah menentukan pilihan dengan membuat pernyataan memilih mengabdi di Kota Bekasi atau mengabdi sebagai guru di Provinsi Jawa Barat.

Untuk itu Rahmat meminta para guru non PNS membuat pernyataan dan mengirimkan curiculum vitae (CV) menentukan pilihan. “Saya minta hari Kamis, data kalian sudah ada di meja saya, tentukan pilihan kalian mau dimana, sebab semuanya ini yang menentukan pilhan itu kalian,” ucapnya.

Sementara, kordinator Guru tersebut Dadan SPd mengatakan mereka masih menginginkan mengabdi di Sekolah SMA/SMK di Kota Bekasi. “Kami masih mau menjadi pegawai di Pemkot Bekasi,kami berharap perlindungan Wali Kota Bekasi,” kata Dadan.[BEN/ISH]

4.

BEKASI TOP