Bekasi Online

Dua Penarik Ojek Online Terduga Teroris Ditangkap Densus di Kampung Lubang Buaya Setu

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat saat mengamankan penggerebekan rumah kontrakan teroris di RT02/08 Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 18 Nopember 2016.[HSB]
Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat saat mengamankan penggerebekan rumah kontrakan teroris di RT02/08 Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 18 Nopember 2016.[HSB]
POSBEKASI.COM – Dua dari enam terduga teroris yang diringkus Densus 88 Anti Teror di Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, berprofesi sebagai penarik ojek online.

Selain menangkap enam terduga teroris, Densuu juga mengamankan lima perempuan yang diduga istri dari terduga teroris.

Penangkapan teroris di Kampung Lubang Buaya, 18 Nopember 2016 itu berawal dari ditangkapanya WD, 38 tahun, dirumah kontrakan yang baru dua minggu ditempatinya di RT02/05 Kampung Lubang Buaya. Densus menggerebek rumah WD yang membuka toko ponsel itu juga mengamankan istri dan tiga anaknya.

Densus menangkap WD sekitar pukul 07.30 WIB, kemudian membawanya ke Mapolsek Setu. Sedangkan istri dan ketiga anaknya dibawa ke Balai Desa Lubang Buya sebelum dibawa ke Mapolsek Setu.

Tiga sepeda motor terduga teroris yang ditangkap Densus 88 diamankan di Mapolsek Setu, Jumat 18 Nopember 2016.[HSB]
Tiga sepeda motor terduga teroris yang ditangkap Densus 88 diamankan di Mapolsek Setu, Jumat 18 Nopember 2016.[HSB]
Dari penangkapan WD, kemudian Densus bergerak ke RT02/08 rumah kontrakan Haji Sakam yang berjarak 1 kilometer dari penangkapan WD.

Gerak cepat Densus membuahkan hasil saat SLH,D, AU, S dan R yang tengah berboncengan tiga sepeda motor ketika disergap baru saja keluar dari tiga rumah kontrakan. Dimana WD selama 5 bulan mengontrak disalah satu rumah tersebut sebelum pindah ke RT02/05.

Pengakuan pemilik kontrakan Haji Sakam, sebelum WD pindah dia yang membawa temannya untuk kontrak rumah.

“Meski sudah pindah, tapi WD masih sering datang,” kata Haji Sakam di tempat kejadian perkara (TKP), Jumat 18 Nopember 2016.

Waka Polres Metro Bekasi, AKBP Putu Putera, saat mengamankan penggerebekan yng dilakukan Densus 88 di rumah kontrakan WD RT02/05 Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 18 Nopember 2016.[HSB]
Waka Polres Metro Bekasi, AKBP Putu Putera, saat mengamankan penggerebekan yng dilakukan Densus 88 di rumah kontrakan WD RT02/05 Kampung Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 18 Nopember 2016.[HSB]
Sementara, Kepala Desa Lubang Buaya, Bosih Awaludin kepada Posbekasi.com, saat memantau lansung penggerebekan di rumah kontrakan WD mengatakan, mereka yang dibawa Densus sama sekali tertutup dan sangat jarang bergul dengan tetangga.

“Setahu saya WD suka pergi malam hari dan pulangnya pagi. Begitu juga sat masih mengontrak di RT02/08 WD tertutup dengan tetangganya,” kata Bosih.

Ditany bagaimana pergaulan istri WD, Bosih menjelaskan, istri WD juga tidak pernah bergaul dengan warga sekitar. “Kalau bergaul sesame mereka saja, mereka pakai cadar,” kat Bosih.[HSB]

BEKASI TOP