
BANDUNG, posbekasi.com – Jenama pakaian bayi dan anak asal Bandung, Cuit Babywear, berhasil mencetak lonjakan omzet beruntun hingga 200 persen berkat penguatan manajemen rantai pasok dan dukungan fasilitas pembiayaan UMKM dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
“Waktu itu saya terlalu percaya diri dan terburu-buru berekspansi. Untuk itu, kami harus belajar lagi dari awal, mulai dari menata supply chain, strategi pemasaran, sampai pada tata kelola perusahaan yang lebih sehat,” ungkap Direktur sekaligus Owner Cuit Babywear, Hans Saputra, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026).
Lompatan bisnis tersebut diraih setelah Cuit Babywear bangkit dari tekanan likuiditas pada 2022 akibat ekspansi toko fisik yang terlalu cepat tanpa diimbangi kesiapan operasional dan manajemen rantai pasok yang memadai.
“Dengan dukungan kredit usaha dari BCA, kami punya ruang untuk berbenah dengan tenang dan terukur. Kami memilih kredit UMKM BCA karena bunganya kompetitif, kemudahan akses jaringan kantor cabang yang luas, serta kualitas pelayanan BCA yang sudah diakui. Fasilitas ini sangat vital untuk menjaga perputaran bisnis kami,” tambah Hans.
Dukungan finansial dari BCA melalui Kredit Kegiatan Usaha Berkelanjutan memberikan fleksibilitas bagi Cuit Babywear untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, memperbarui infrastruktur, serta mengoptimalkan strategi pemasaran.
“BCA menyadari bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kisah resiliensi Cuit Babywear merupakan cerminan komitmen perseroan dalam menjalankan tiga pilar utama pemberdayaan UMKM: Pembinaan, Penyediaan Infrastruktur Pembayaran, serta Solusi Kebutuhan Pembiayaan. Kami bersyukur dukungan yang kami berikan dapat menjadi katalisator bagi UMKM untuk naik kelas secara berkelanjutan,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
Selain suntikan modal kerja, Cuit Babywear memanfaatkan program pembinaan seperti BCA UMKM Fest dan BCA Bangga Lokal untuk memperluas jaringan pasar hingga konsisten menjadi salah satu toko dengan nilai penjualan tertinggi secara daring (online).
“Kami mencatat lonjakan penjualan sekitar 100% pada 2023, disusul pertumbuhan sekitar 200% secara beruntun pada 2024 dan 2025, serta menargetkan pertumbuhan stabil mendekati 100% pada tahun 2026 ini,” kata Hans optimistis mengenai ekspansi pasarnya yang kini menjangkau Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa.
Komitmen BCA dalam mendukung resiliensi sektor usaha kecil juga dibuktikan melalui realisasi penyaluran kredit segmen UKM yang mencapai Rp134 triliun per Juli 2026, tumbuh 6,9% dan melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 1,2% YoY.
Pewarta/Editor: Rajendra/Red-04
Baca juga: Anggota DPRD Jawa Barat Dorong UMKM Naik Kelas
Baca juga: Berita Seputar Jabar

