
BANDUNG, POSBEKASI.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026 menjadi momentum merefleksikan pentingnya hubungan erat institusi pertahanan dengan rakyat. Kemanunggalan prajurit dan masyarakat dinilai menjadi pilar utama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jati diri TNI sejak awal berdiri tidak pernah terpisahkan dari rakyat. Prajurit bukan sekadar pengawal batas wilayah, tetapi bagian dari masyarakat yang tumbuh dan berjuang bersama demi kepentingan nasional,” ujar Anggota Fraksi Gerindra dan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, Senin (5/10/2026).
Syahrir menilai, peran TNI kini makin luas melalui keterlibatan langsung dalam agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari pembentukan Satgas Ketahanan Pangan hingga pembangunan infrastruktur dasar di kawasan terpencil dan perbatasan.
“Pelibatan TNI dalam ruang sipil bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri, sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Sejumlah program strategis nasional yang tengah digarap bersama TNI di antaranya target pembangunan 2.500 jembatan desa pada Agustus 2026, penyediaan hampir 3.000 titik air bersih, perluasan listrik desa, hingga bakti sosial terpadu di seluruh Indonesia.
“Kehadiran prajurit membangun jembatan dan sarana air bersih membawa dampak langsung bagi akses ekonomi dan kesejahteraan warga,” tutur Syahrir.
Ia menambahkan, keterlibatan sipil tersebut tetap memegang teguh amanat sejarah sejak pembentukan Tentara Keamanan Rakyat pada 5 Oktober 1945. Transformasi militer hingga pemisahan peran dengan Polri pada tahun 2000 makin memfokuskan TNI pada fungsi pertahanan negara di bawah komando Tiga Matra (AD, AL, AU).
“Pesan Presiden Soekarno tentang tentara profesional yang berakar dari rakyat, serta amanat Jenderal Besar Soedirman untuk menjaga keselamatan negara, wajib menjadi pedoman abadi setiap prajurit,” kata anggota legislator Jabar tersebut.
Menutup pernyataannya, Syahrir menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh prajurit yang bertugas dari perkotaan hingga garis terdepan perbatasan tanah air.
“Pengorbanan prajurit adalah pilar ketenteraman bangsa. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkasnya. [amh]

