Posbekasi

Mental Marinir AS Blokade Iran Memburuk Sampai Lompat ke Laut, USS Abraham Lincoln Ditarik Pulang

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz. Dok US Navy.

WASHINGTON, POSBEKASI.com  – AS berencana mengganti kapal induk USS Abraham Lincoln dengan USS George Washington di Timur Tengah, menyusul laporan mengenai memburuknya kondisi mental pelaut di kapal induk yang sedang menjalankan blokade terhadap Iran tersebut.

Kapal Lincoln telah dikerahkan di Timur Tengah selama lebih dari 250 hari tanpa singgah di pelabuhan.

Menurut laporan media, setidaknya satu pelaut melompat ke laut dari kapal tersebut. Sementara seorang pelaut lainnya harus dicegah agar tidak melakukan tindakan serupa.

The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis bahwa Lincoln akan ditarik dari wilayah operasi dan digantikan oleh USS George Washington. Para anggota parlemen AS telah menyatakan kekhawatiran mengenai kesehatan fisik dan mental para pelaut di kapal tersebut.

“Angkatan Laut Amerika Serikat dapat mempertahankan blokade semacam itu tanpa batas waktu karena kami akan melakukan rotasi kapal—seperti yang telah dan akan terus kami lakukan,” ujar Hegseth kepada para wartawan pada Kamis.

Rotasi ini dilakukan setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa blokade terhadap Iran dapat dilaksanakan ‘tanpa batas waktu’, di tengah pertempuran yang terus berkecamuk memperebutkan kendali atas Selat Hormuz tanpa adanya tanda-tanda kembali ke gencatan senjata.

Masa penugasan panjang kapal Lincoln tampaknya telah membebani para pelaut Angkatan Laut AS.

CNN melaporkan pada Kamis bahwa seorang pelaut yang mengenakan rompi pelampung jatuh ke laut dari kapal tersebut awal bulan ini, di tengah krisis kesehatan mental di atas kapal akibat penugasan yang berkepanjangan itu.

“Pelaut tersebut berhasil diselamatkan dalam waktu satu jam dan dipindahkan dari kapal untuk mendapatkan perawatan,” tambah CNN.

Namun, insiden tersebut bukanlah kejadian tunggal.

Situs berita yang terkait dengan pemerintah AS, termasuk *Stars and Stripes* dan *The Navy Times*, melaporkan bahwa seorang awak kapal lainnya sempat dicegah saat hendak melompat ke laut di tengah kondisi kelelahan dan merosotnya moral para personel di kapal induk tersebut.

Menurut *Stars and Stripes*, seorang wanita mengungkapkan dalam sebuah pertemuan terbuka yang dihadiri oleh Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao bahwa suaminya yang bertugas di kapal itu berharap tidak akan bangun lagi keesokan harinya.

AS dan Iran telah bersaing memperebutkan kendali atas Selat Hormuz selama berbulan-bulan. Iran telah menyerang kapal-kapal milik negara-negara Teluk yang mengangkut minyak dan produk minyak bumi di luar jalur perairan tersebut, sementara AS menargetkan kapal-kapal yang memiliki kaitan dengan Iran.

AS menembakkan dua rudal Hellfire ke arah kapal berbendera Panama yang mencoba menerobos blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Selasa dini hari, demikian dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Bukan hal yang aneh bagi sebuah kapal induk untuk menghabiskan waktu sembilan bulan di laut selama masa perang, namun biasanya kapal tersebut akan singgah di pelabuhan setiap bulan untuk mengisi kembali perbekalan dan memberikan kesempatan bagi para pelaut untuk beristirahat.

“Kami terus-menerus bekerja tanpa henti sepanjang masa penugasan ini,” ujar seorang pelaut kepada *Stars and Stripes*. “Tidak ada hal yang benar-benar bisa dinantikan saat ini. Kami hanya menginginkan kepastian tanggal kepulangan.”

Sumber: Republika.co.id

BEKASI TOP