
BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – sejumlah wilayah di Jawa Barat menghadapi dampak serius dari bencana hidrometeorologi, mulai dari krisis air bersih bagi puluhan ribu jiwa hingga kebakaran lahan, yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sumedang.
“Krisis air bersih akibat kekeringan meluas di Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bogor yang berdampak pada puluhan ribu jiwa, sementara tim gabungan di Sumedang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, kekeringan saat ini berdampak terhadap 9.537 kepala keluarga (KK) atau sekitar 28.450 jiwa. Adapun wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.
Bencana kekeringan di Kabupaten Bogor yang berlangsung sejak awal Juli 2026 terus menunjukkan eskalasi dampak terhadap warga di berbagai kecamatan.
“Kekeringan di Kabupaten Bogor kini berdampak pada 21.504 kepala keluarga atau 69.889 jiwa, dengan BPBD terus menambah distribusi puluhan ribu liter air bersih ke wilayah terdampak seperti di Kecamatan Babakan Madang,” ujar Abdul Muhari.
Selain ancaman kekeringan, wilayah Jawa Barat juga dihadapkan pada insiden kebakaran hutan dan lahan yang membutuhkan penanganan intensif dari tim gabungan.
“Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sumedang yang terjadi pada Selasa menghanguskan sekitar 3 hektare lahan di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan,” kata Abdul Muhari.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan Daerah
Menghadapi potensi bencana selama musim kemarau ini, pemerintah daerah dan instansi terkait terus memperkuat langkah-langkah penanganan darurat serta mitigasi di lapangan.
“Pemerintah daerah terus memperkuat distribusi bantuan air bersih serta meningkatkan patroli di wilayah rawan guna mengantisipasi perluasan dampak kekeringan dan karhutla,” pungkas Muhari. [amh]

