
JAKARTA, POSBEKASI.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terus diintensifkan oleh tim gabungan hingga Rabu pagi.
“Berdasarkan data terbaru hingga Rabu pukul 06.00 WIB, gempa telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga atau 5.784 jiwa, di mana sebanyak 73 warga dilaporkan mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Kabupaten Sigi menjadi daerah yang paling parah terdampak guncangan gempa ini, dengan rincian korban mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa dari total keseluruhan korban di tingkat provinsi.
“Selain memakan korban jiwa dan luka-luka, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak sedang, dan 30 unit rusak berat,” ujar Abdul Muhari.
Guna mempercepat proses penanganan di lapangan, pemerintah daerah setempat langsung mengambil langkah taktis dengan mendirikan pusat kendali darurat serta menyalurkan bantuan pokok di titik-titik pengungsian.
“Pemerintah daerah setempat akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, wilayah lain seperti Kota Palu, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan relatif stabil tanpa adanya penambahan korban yang signifikan dari laporan berkala sebelumnya.
“Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak,” urai Abdul Muhari.
Mengingat potensi bahaya yang masih bisa terjadi di wilayah rawan gempa, BNPB meminta warga untuk tetap waspada serta tidak mudah memercayai kabar bohong yang beredar di media sosial.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait penanganan gempa di wilayah Sulawesi Tengah, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG,” pungkas Abdul Muhari. [met]

