POSBEKASI.com | Oleh: H. Syahrir, M.I.Pol.
Generasi Z akan menjadi salah satu penentu arah masa depan Indonesia pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Jumlah pemilih muda yang sangat besar menjadikan Gen Z bukan sekadar objek politik, melainkan subjek utama yang mampu menentukan kualitas kepemimpinan bangsa.
Sebagai generasi penerus, Gen Z memiliki tanggung jawab untuk membangun demokrasi yang berkepribadian, cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab. Partisipasi politik tidak cukup hanya datang ke TPS (tempat pemungutan suara), tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap kritis, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta keberanian memilih berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, dan gagasan nyata.
Sudah saatnya budaya politik yang hanya berorientasi pada popularitas dan elektabilitas semata mulai ditinggalkan. Popularitas di media sosial atau tingginya hasil survei bukanlah jaminan bahwa seorang pemimpin mampu menyelesaikan persoalan rakyat secara menyeluruh. Demokrasi membutuhkan pemimpin yang mampu merancang kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat, mengelola APBD dan APBN secara bertanggung jawab, transparan, adil, dan berkelanjutan, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa.
Pemimpin yang baik bukan hanya pandai membangun citra di depan kamera, tetapi juga mampu bekerja secara konsisten hingga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Ukuran keberhasilan seorang pemimpin seharusnya dilihat dari meningkatnya kesejahteraan rakyat, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, pemerataan pembangunan, serta tegaknya keadilan sosial.
Generasi Z juga harus berani menjadi agen perubahan. Tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi pengawas jalannya pemerintahan, aktif memberikan masukan, melawan penyebaran hoaks, menjaga persatuan, serta ikut membangun budaya demokrasi yang sehat dan bermartabat.
Kepada seluruh masyarakat Indonesia, marilah menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab. Pilihlah calon kepala desa, bupati, wali kota, gubernur, anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI, DPD RI, hingga Presiden berdasarkan hati nurani dan pertimbangan yang rasional. Pilihlah mereka yang memiliki empati tinggi kepada rakyat, berintegritas, mampu menghadirkan solusi, serta memiliki komitmen terhadap kemajuan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Pemilu 2029 bukan hanya tentang memilih siapa yang menang, tetapi tentang menentukan arah masa depan Indonesia. Generasi Z memiliki kesempatan besar untuk mengubah budaya politik menjadi lebih berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Pilihan yang tepat hari ini akan menentukan kualitas bangsa pada masa yang akan datang.
Solusi
1. Meningkatkan pendidikan politik dan literasi digital bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun politik pencitraan.
2. Menjadikan rekam jejak, integritas, kompetensi, dan hasil kerja sebagai ukuran utama dalam memilih pemimpin.
3. Mendorong transparansi penggunaan APBD dan APBN serta pengawasan publik terhadap seluruh program pemerintah.
4. Mengutamakan program yang memberikan dampak jangka panjang dibanding program yang hanya mengejar popularitas sesaat.
5. Membangun budaya demokrasi yang sehat melalui dialog, kritik yang konstruktif, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik.
6. Menumbuhkan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, empati, keadilan sosial, dan keberlanjutan pembangunan demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.
Penulis adalah: Anggota Komisi I /Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat.

