Posbekasi.com

Sambut Program 1 Juta Kerja Presiden Prabowo, H. Syahrir Dorong Siswa SMK Jadi Pekerja Migran Unggul

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.Pol (ketiga dari kama), bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jabar, Dr. Rina Parlina, SIP, MM, Sekjen APJATI, Kausar Nefi Tanjung, Direktur Utama MIA, Jackson dan Perwakilan perusahaan Investasi sektor pendidikan dan teknologi dari MIA, Ando, dalam acara sosialiasi Peluang Job ke Luar Negeri dengan kepala sekolah SMK swasta Kota dan Kabupaten Bekasi, se-Wilayah III Jawa Barat, di Aula Lantai 2 Gedung Cabang Dinas Pendidikan (CADISDIK) Wilayah III Jawa Barat, Jl. Raya Teuku Umar No. 1 Desa Gandasari Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/1/2026). PosBekasi.com / Riki

POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.Pol, mengapresiasi semangat Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah III Jawa Barat dalam membangun peluang bagi anak didik untuk memiliki keahlian atau skill yang unggul agar dapat bersaing di pasar kerja internasional.

“Langkah ini selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang satu juta lapangan kerja di luar negeri per tahun. Mengingat jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 51,1 juta jiwa, potensi ini dinilai sangat strategis untuk diambil,” kata Syahrir dihadapan 100 kepala SMK swasta Kota dan Kabupaten Bekasi, se-Wilayah III Jawa Barat, di Aula Lantai 2 Gedung Cabang Dinas Pendidikan (CADISDIK) Wilayah III Jawa Barat, Jl. Raya Teuku Umar No. 1 Desa Gandasari Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/1/2026).

Langkah ini Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Nasional (GLN) “Gareulis” Provinsi Jawa Barat ini, untuk mengisi banyak perusahaan yang hengkang baik dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi ke daerah Jawa Tengah, dikarenakan tingginya Upah Minimum Regional (UMR) di dua kota dan kabupaten Bekasi ini.

“Banyak perusahaan yang hengkang dari Bekasi karena UMR yang tinggi. Peluang pekerja migran ini dapat menggantikan peluang kerja yang hilang di Bekasi. Saat ini di Turki saja ada peluang melatih 500 orang untuk diberangkatkan. Kita manfaatkan peluang dari lulusan SMK ini untuk membantu pengurangan pengangguran,” terang Syahrir.

Dalam acara sosialisasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) berkolaborasi dengan Migran Indonesia Asisten (MIA) untuk kedua kalinya, yang sebelumnya dilaksanakan pada SMK Negeri se-Wilayah III Jabar, pada Senin 15 Desember 2025, Syahrir mendorong pihak sekolah untuk aktif mengundang APJATI dan MIA  guna memberikan sosialisasi dan motivasi langsung kepada siswa.

“Sosialisasi langsung dapat dilakukan lansung ke para siswa, dengan mengundang APJATI dan MIA ke sekolah sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi, agar anak didik lebih terdorong untuk berkerja di luar negeri. Sehingga kelak dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional kita lebih baik lagi,” ujar Syahrir yang merupakan empat periode anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra.

SMK Bukan Penyumbang Pengangguran

Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jabar, Dr. Rina Parlina, SIP, MM, menegaskan bahwa anggapan SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar harus dipatahkan melalui inovasi dan skill para anak didik.

“Kita buktikan anak-anak kita punya daya saing unggul. Ini kesempatan membuka cakrawala siswa SMK melalui kolaborasi dengan APJATI dan MIA,” kata Rina.

Sedangkan Sekjen APJATI, Kausar Nefi Tanjung, mengakui konsistensi anggota DPRD Jabar H. Syahrir dalam membuka akses bagi calon pekerja migran, termasuk menjembatani hubungan dengan Cadisdik Jabar.

“Jangan khawatir bekerja ke luar negeri. APJATI menjamin perlindungan pekerja di semua negara. Banyak TKI yang berhasil, kembali ke Indonesia dan mampu membangun perusahaan hingga Balai Latihan Kerja (BLK),” jelas Kausar, yang juga memuji inisiatif Syahrir dalam mengadakan pelatihan kerja gratis.

Perwakilan perusahaan Investasi sektor pendidikan dan teknologi dari MIA, Ando, menyoroti persoalan klasik dunia kerja, seperti banyaknya data pelamar namun sedikit yang siap kerja baik dari mental, sikap, dan penguasaan bahasa, seperti bahas Inggris, Jepang, dan lainnya.

“Kami mempersiapkan infrastruktur agar persoalan ‘ada tapi tiada’ ini selesai. Melalui platform SMK, sekolah memegang kendali mulai dari pendaftaran hingga pemantauan siswa saat bekerja di luar negeri,” ungkap Jackson.

Ando menyatakan ada tiga sektor investasi MIA mengandeng Danantara yakni, sektor pendidikan internasional universitas, sektor platform menjadi solusi ada tapi tiada. Dan Sektor finansial sport untuk berpartisipasi dan investasi

“Kedepan MIA akan bekerjasama dengan perguruan tinggi. Semakin banyak pekerja migran akan memajukan perekonomian nasional,” ungkap Ando.

Direktur Utama MIA, Jackson , mejelaskan MIA akan memberikan bantuan pendanaan untuk kesiapan siswa, termasuk pelatihan bahasa Jepang yang peminatnya melonjak 100 persen berkat dorongan H. Syahrir.

“Kolaborasi ini juga akan mencakup sertifikasi AI dan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi internasional,” kata Jackson.

 

Pewarta/Editor: Riki / Hasibuan

BEKASI TOP