
posbekasi.com, Kota Bekasi – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMI) Bekasi resmi membuka ajang Career Expo 2026 sebagai langkah konkret memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Kegiatan yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pemerintah daerah ini menjadi wadah penting dalam menjembatani para pencari kerja dengan dunia industri.
“Universitas Muhammadiyah Indonesia telah menghadirkan ruang pertemuan antara mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan perusahaan melalui kegiatan Career Expo 2026. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja,” ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat membuka acara Career Expo 2026 di Kota Bekasi, Sabtu (31/10/2026).
Penyelenggaraan bursa kerja ini bertepatan dengan positifnya tren ekonomi daerah. Saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi mencapai 5,39 persen, diiringi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 7,89 persen menjadi 7,33 persen. Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka pengangguran melalui pengalokasian anggaran khusus penyerapan tenaga kerja.
“Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menekan angka pengangguran agar mencapai target yang telah ditetapkan. Kami telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar sejak tahun lalu untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada para pencari kerja pemilik KTP Kota Bekasi agar dapat memperoleh pekerjaan,” jelas Tri.
Untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan di tengah pergeseran Kota Bekasi dari kota industri menuju kota jasa dan perdagangan, Pemkot Bekasi mengusung konsep sinergi Pentahelix. Pendekatan ini mengintegrasikan peran pemerintah, perguruan tinggi, industri, media, hingga masyarakat.

“Sinergi seluruh pihak diperlukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan. Pembangunan daerah, termasuk sektor ketenagakerjaan, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan semangat gotong royong antara pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja,” tegas Wali Kota.
Selain perubahan struktur ekonomi lokal, kemajuan teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI) turut memicu disrupsi dunia kerja. Menanggapi hal tersebut, lembaga pendidikan tinggi diimbau tidak hanya meluluskan pencari kerja, tetapi juga mencetak wirausahawan baru yang berdaya saing.
“Kemajuan teknologi berpotensi menggeser sejumlah jenis pekerjaan, tetapi juga menghadirkan peluang baru yang membutuhkan kreativitas, inovasi, dan adaptasi. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mempersiapkan mahasiswa sebagai pencari kerja, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship) dan kepemimpinan (leadership),” tambahnya.
Sejalan dengan upaya perluasan kesempatan kerja, Pemkot Bekasi juga terus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan investasi melalui program-program seperti Gerebek Pasar, Selasa Ceria, Jumat Berkah, Bekasi City Moslem Fashion, hingga Bekasi Investment Gathering.
“Kami berharap Career Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pencarian kerja, tetapi juga sarana membangun kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan perusahaan. Perusahaan dapat menjaring tenaga kerja potensial, sementara mahasiswa dan alumni mendapat akses terhadap peluang kerja yang sesuai kompetensinya,” pungkas Tri.
Pewarta/Editor: Ika Pudiarti/RED02
Baca juga: Berita Bekasi

