Posbekasi

Tim SAR: Hasil Pencarian Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda Masih Nihil

Prajurit TNI AL awak KRI Lepu-861 menggunakan teropong saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). TNI AL mengerahkan KRI Leuser-924 dan KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 pada hari kedua pencarian delapan orang penumpang kapal cepat yaitu rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/HO/Dispenal/MRH/nym.

PANDEGLANGPOSBEKASI.com – Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten dan TNI/Polri menyatakan bahwa hasil pencarian pada hari ke dua terhadap rombongan jurnalis dalam speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten masih nihil. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Pandeglang, Rabu (9/9/2026), mengatakan operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan seluruh unsur serta sarana yang tersedia.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” katanya dilansir dari Antaranews.

Ia menjelaskan, dalam pencarian hari kedua KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 nautical mile (NM), sementara KAL Anyer menyisir area yang sama dengan total jarak 69,5 NM.

Selain itu, pencarian juga dilakukan oleh RIB 02 dan RIB 03 Lampung di Sektor 1 dengan total jarak 67 NM. Tim melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.

“Sementara itu, RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM, sedangkan KRI Leuser dan KRI Lepu masing-masing melakukan pencarian di sektor yang telah ditentukan,” paparnya.

Sejumlah petugas SAR telah melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun demikian, hingga Rabu sore pukul 17.07 WIB ini masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan para jurnalis.

“Selama proses pencarian Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik yang cukup tebal,” ujarnya.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55, kapten kapal), Surakman (60, ABK), Heriyanto (49, pemandu), serta lima jurnalis yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Operasi SAR hari kedua melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.

Sarana yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

“Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan angin dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter,” kata dia. [ant]

BEKASI TOP