Posbekasi

Sebaran Debu Gunung Anak Krakatau sampai Bekasi, Empat Bandara Ditutup

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau di wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Posbekasi.com / BPBD Kabupaten Serang)

JAKARTA, POSBEKASI.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, masih terus berlangsung dan memicu penutupan sementara terhadap empat bandara akibat sebaran abu vulkanik yang mencapai ketinggian belasan kilometer. Sebaran debu hingga Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung dengan erupsi menerus yang mulai teramati sejak Jumat sekira pukul 23.07 WIB dan disertai suara gemuruh serta lava fountain,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resminya, Ahad (6/9/2026).

Dampak dari letusan tersebut langsung dirasakan pada sektor penerbangan nasional, di mana Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Budiarto Curug terpaksa menghentikan operasional sementara demi alasan keselamatan.

“Berdasarkan pemutakhiran status operasional bandara pada Ahad pukul 07.41 WIB, empat bandara mengalami penutupan sementara sebagai langkahnya keselamatan penerbangan, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Budiarto Curug,” terangnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat aktivitas erupsi ini disertai gempa letusan menerus serta pendaran merah yang terpantau secara konsisten dari pos pengamatan.

“Pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tanggal 5 September 2026 tercatat satu kali gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik atau sekitar enam jam,” jelas Berton.

Selain gangguan penerbangan, abu vulkanik dari erupsi tersebut juga telah mencemari sejumlah wilayah daratan di Provinsi Banten dan Lampung, meskipun kondisi masyarakat secara umum masih terpantau terkendali.

 

“Pusdalops BPBD Kabupaten Serang melaporkan abu vulkanik berdampak pada tujuh kecamatan, yaitu Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang, sementara belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat aktivitas erupsi,” tambahnya.

 

Menghadapi situasi darurat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi, menyiagakan tim SAR, serta membagikan masker kepada warga di daerah terdampak.

 

“BNPB mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik untuk tetap tenang dan tidak panik, serta menggunakan masker dan pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan,” tutupnya.

Sementara, seorang warga Dukuh Zamrud ,mengatakan sebaran debu vulkanik gunung anak Krakatau sampai di Kota Bekasi. Selain itu, debu vulkanik juga telah tersebar ke Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.

” Betul, abunye ude nyampe dukuh zamrud, coba cek kap atas mobil! Ude banyak…,” ungkap salah seorang warga Dukuh Zamrud, Ashari kepada Posbekasi.com, Ahad (6/9/2026) pagi. [zul]

BEKASI TOP