
JAKARTA, POSBEKASI.com – Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 resmi digelar untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik serta balik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Operasi ini mencakup pengamanan komprehensif mulai dari kelancaran lalu lintas di jalur utama hingga perlindungan kegiatan spiritual masyarakat selama bulan Ramadan.
“Operasi Ketupat besok sudah dimulai dan malam ini sudah insert. Operasi ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, tetapi bagaimana Polri hadir memastikan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri semuanya aman,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen. Pol. Agus Suryonugroho, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, Polri menetapkan lima klaster pengamanan strategis yang meliputi jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan pelabuhan, simpul transportasi publik, serta pusat keramaian seperti tempat ibadah dan destinasi wisata. Fokus utamanya adalah menjamin kenyamanan pemudik sejak keberangkatan hingga kembali ke tempat asal.
“Semua skenario cara bertindak sudah dirumuskan bersama stakeholder. Harapannya Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih baik dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” jelasnya.
Untuk mendukung efektivitas lapangan, Korlantas Polri mengandalkan dukungan teknologi canggih seperti drone, kamera pemantau (CCTV), hingga body camera yang dikenakan petugas untuk pemantauan arus secara real-time. Selain itu, distribusi kendaraan operasional baru telah disalurkan ke berbagai Polda, terutama di wilayah yang memiliki medan sulit dijangkau.
“Kehadiran anggota Polri harus menjamin masyarakat berangkat mudik dengan aman, sampai tujuan dengan aman dan bahagia, serta kembali juga dengan selamat,” tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat apel gelar pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
Terkait kelancaran arus kendaraan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diberlakukan secara situasional. Keputusan penerapan ini didasarkan pada parameter volume kendaraan yang dipantau melalui sistem traffic counting yang terintegrasi di berbagai titik rawan kepadatan.
“Jika kondisi masih padat, maka akan diberlakukan one way tahap pertama dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan,” kata Kakorlantas terkait skenario di jalur tol.
Selain di jalur tol, Polri juga telah menyiapkan skenario khusus untuk jalur wisata dan arteri yang padat, termasuk kawasan Puncak, jalur Bogor–Sukabumi (Bocimi), hingga titik pertemuan arus di Mengkreng, Jawa Timur. Seluruh persiapan ini telah melalui proses survei lapangan dan tactical floor game guna meminimalkan hambatan di lapangan.
“Seluruh skenario rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan melalui survei lapangan dan tactical floor game agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Zulkarnain / Ismail Hasibuan

