Bekasi Online

Kadisdik Jabar: Apapun Judul! Sekolah Tidak Boleh Pungut Biaya

Kadisdik Jabar Dedi Supandi pada pembahasan Raperda RAPBD Tahun Anggaran 2022 bersama Komisi V DPRD Jabar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Kamis 18 November 2021. [Posbkasi.com /Disdik Jabar]

POSBEKASI.com | BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi, menyampaikan paparan dalam Pembahasan Raperda RAPBD Tahun Anggaran 2022 bersama Komisi V DPRD Jabar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Kamis 18 November 2021.

“Jabar juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi mempunyai strategi bagaimana meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Di dalam konsep yang kita lakukan dalam peningkatan akses dan mutu pendidikan ini akan dicapai indikator kinerja utamanya, bagaimana meningkatkan rata-rata lama sekolah,” tutur Kadisdik.

Dari peningkatan rata-rata lama sekolah, jelas Kadisdik, hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 menjadi acuan data. “Ada kemajuan yang luar biasa, termasuk penambahan sekolah. Yaitu, penambahan 4 SLB (Sekolah Luar Biasa) dan 1 SMA,” paparnya.

Terkait masalah pengangguran, Kadisdik menuturkan, sudah dibuat aplikasi Telusur. Kemendikbud pun telah meng-ACC aplikasi ini.

Kadisdik pun menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya pun akan membuat pergub tentang BOPD, dimana sekolah tidak boleh lagi memungut biaya apa pun. “Sekolah tidak boleh memungut biaya dengan judul apa pun!” tegasnya.

Pembahasan Raperda RAPBD Tahun Anggaran 2022 bersama Komisi V DPRD Jabar ini, diisi pula paparan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Jabar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jabar, Komite Nasional Olahraga Indonesia, National Paralympic Committee of Indonesia, dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.[AMH]

BEKASI TOP