Bekasi Online

Koperasi Anak Mas Minta Sri Untari Gerak Cepat Geliatkan Ekonomi Pedesaan

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sri Untari Bisowarno. [Posbekasi.com /Istimewa]
POSBEKASI.COM | KARAWANG – Koperasi Anak Mas Sejahtera berharap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dualisme kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) selesai dan meminta Ketua Umum Dekopin, Sri Untari Bisowarno melakukan gerakan cepat mengembalikan azas, prinsip, fungsi dan eksistensi koperasi Indonesia membantu perkonomian kerakyatan khususnya di pedesaan.

Hak tersebut diungkapkan Ketua Koperasi Anak Mas Sejahtera (KAMS), Abdullah Rasyid menanggapi pasca putusan banding atas perkara Nomor 160/PDT.G/2020/PTUN.JKT pada 27 April 2021, yang membatalkan dengan sendirinya keputusan PTUN No.160/PDT.G/2020/PTUN Jakarta, 12 Januari 2021.

“Koperasi Anak Mas Sejahtera berharap putusan PTUN itu clear tidak ada lagi gugat menggugat. Yang kita perlukan saat ini bagaimana koperasi bermanfaat dan memberikan solusi membantu dan mendongkrak ekonomi rakyat terutama masa pandemi Covid-19 ini,” kata Abdullah Rasyid dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Ahad (2/5/2021).

Prahara yang terjadi dan tidak berkesudahan hanya karena perselisihan kepengurusan, Abdullah Rasyid menyatakan hal tersebut sangat memalukan karena yang harusnya kita ributkan adalah membantu perekonomian rakyat akibat terpuruknya ekonomi global karena pandemi Covid-19 berkepanjangan. “Sebagai orang yang membangun dan berjiwa koperasi yang diributkan dan didebatkan adlah untuk memberikan bantuan kepada rakyat. Ingat, Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan semangat tolong menolong ‘seorang untuk semua dan semua untuk seorang’,” ungkap Abdullah Rasyid.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian lanjut pria yang semakin getol memotori akuaponik di kawasan Klari, Kabupaten Karawang, menyebutkan koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan emlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan atas asas kekeluargaan.

“Makanya, jangan lupakan fungsi koperasi sebagaimana dalam Pasal 3 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, bahwa: Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” ucapnya.

Selain itu kata Abdullah Rasyid yang kini mengembangkan sayap usaha Koperasi Anak Mas Sejahtera ke daerah pantai Subang, Jawa Barat, untuk pengolahan pakan ikan mengatakan semua pihak harus paham asas koperasi dalam
Pasal 2 Undang-undang Perkoperasian menyebut, Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 atas asas kekeluargaan.

KLIK: Koperasi Anak Mas Gelar Pengajian dan Santunan 111 Anak Yatim

“Koperasi berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Ini sesuai dengan kepribadian bangsa. Bukan getol getolan dan ribut mempertahankan kepengurusan, tapi bagaimana koperasi bisa turut gotong royong membantu rakyat kita yang ekonominya semakin terpuruk dilanda pandemi Covid-19 sejak tahun 2019 lalu,” katanya.

Saat ini kata Abdullah Rasyid, sesuai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta No.160/PDT.G, kepemimpinan yang sah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) adalah Dr Sri Untari Bisowarno, M.AP.

“Jadi tidak ada.lagi dualisme Dekopin seperti klaim kubu Nurudin Halid. Keputusan PTUN mengikat, Sri Untari Ketua Umum Dekopin. Saatnya, Dekopin harus lebih menggeliat khususnya di pedesaan untuk membantu perekonomian. Selain itu juga menjadi benteng pertahanan UMKM yang kian sirna dan meredup akibat serangan produk produk China diperdagangkan berbasis online,” tukas Abdullah Rasyid.

Diakhir keterangannya, Abdullah Rasyid mengajak Dekopin, Dekopinda, maupun induk induk koperasi untuk saling sharing membangun dan membantu permodalan akuaponik sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik, yang kini banyak menjadi usaha koperasi.

“Terutama masalah modal, koperasi koperasi di desa banyak yang mati akibat tidak ada suntikan modal. Ini yang harus Dekopin, Dekopinda dan induk koperasi untuk mencarikan solusinya karena kalau menunggu lebih lama lagi, koperasi akan semakin tergilas produk produk China mematikan produksi anak Negeri,” pungkasnya.[SFN]

BEKASI TOP