Polres Tasikmalaya Telusuri Asal Minuman Keras yang Menewaskan Dua Pemuda

Seorang korban minuman keras oplosan terbaring di Puskesmas Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). (Istimewa)

POSBEKASI.COM | TASIKMALAYA – Kepolisian Resor Tasikmalaya sedang menelusuri asal mula minuman keras oplosan yang menyebabkan dua pemuda di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas, dan enam orang lainnya kritis dirawat di rumah sakit.

“Kami memerintahkan jajaran di bawah untuk segera mencari dari mana asal usul alkohol yang diminum oleh korban,” kata Plh Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Sunarya kepada wartawan di Tasikmalaya, Kamis (22/8/2019).

Ia menuturkan, kepolisian sudah mendapatkan Informasi adanya kelompok pemuda di Kecamatan Bojonggambir yang mengalami keracunan setelah menenggak minuman keras oplosan.

Polisi, lanjut dia, sudah bergerak untuk mencari siapa saja orang yang menjual cairan alkohol tersebut sehingga menjadi dugaan penyebab kematian korban.

“Kami segera mengambil tindakan untuk menangkap penjual alkohol yang dibeli oleh para korban,” katanya.

Ia menyampaikan prihatin dengan adanya kelompok pemuda yang menenggak minuman keras oplosan hingga akhirnya berujung kematian. “Kami prihatin dengan adanya kejadian ini,” katanya.

Sebelumnya, delapan orang diketahui menenggak minuman keras oplosan di Kampung Ciawi, Desa/Kecamatan Bojonggambir, Rabu (21/8/2019), selanjutnya satu orang meninggal dunia pada Rabu malam, kemudian seorang lagi meninggal dunia Kamis dini hari.

Sedangkan enam orang lainnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Bojonggambir dengan kondisi kesehatan memprihatinkan.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Syamsul Bachri mengatakan, pihaknya turut prihatin atas terjadinya hal tersebut dan akan segera berupaya menyelesaikan masalah tersebut. “Bahwa Pemerintah Provinsi beserta DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi V sudah melakukan langkah yang baik. Mudah-mudahan ini dapat segera terealisasi”kaya Syamsul.

Ia pun berharap, kejadian ini tidak terulang kembali dan ini akan menjadi catatan pihaknya kepada Pemprov Jabar. “Kedepan tidak boleh ada lagi terjadi hal seperti ini. Permasalahan ini harus menjadi perhatian dan prioritas bagi pemerintah provinsi”ungkapnya.[Antara]

Pin It

Comments are closed.