Bekasi Online

Kapolri Santuni Bripka Jaka Setiawan yang Bola Matanya Dibacok Saat Melawan Enam Bandit

Bripka Jaka Setiawan.[IST]
POSBEKASI.COM, SETU – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akan memberi santunan pada ahli waris anggota Polri yang gugur dan anggota yang mengalami cacat saat menjalankan tugas.

Diantara anggota yang akan mendapat santunan Kapolri itu, adalah Bripka Jaka Setiawan anggota Polsek Setu yang kini bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Santunan Kapolri untuk Bripka Jaka Setiawan akan diberikan pada Senin 10 Juli 2017. Dimana santunan tersebut akan diterima Bripka Jaka Setawan yang mengalami cacat permanen mata sebelah kanan ketika melawan enam bandit yang diduga teroris saat melakukan patroli pada tahun 2012 lalu.

Dari enam pelaku, sepekan peristiwa tersebut dua orang tewas ditembak di kawasan Tangerang Selatan, dan empat lainnya berhasil diringkus Densus 88 Mabes Polri di lokasi berbeda, seperti daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kepada posbekasi.com, Bripka Jaka Setiawan menceritakan peristiwa yang menimpanya itu berawal pada Minggu, 25 Maret 2012, pukul 01:00, saat melaksanakan di sepanjang Jalan Raya Setu bersama Bripka Erri Sasongko.

Berikut penuturan kronologis Bripka Jaka Stiawan kepada posbekasi.com:

Malam itu, melaksanakan Patroli antisipasi tindak kejahatan di wilayah Setu sekitar pukul 10:05, sambil melewati warung kopi yang kebetulan saat melintas ada warga bernama Tiwan memanggil untuk ngopi bareng, lalu bersama Tiwan kami berbincang-bincang. Tak lama kemudian Tiwan mendapatkan telepon dari Ketua RT Yono bahwa ada beberapa orang yang mencurigakan sedang duduk di sepeda motor di warung bakso milik Ening di Kampung Jati, RT 03/04, Desa Burangkeng (pinggir Jalan Raya Setu-Cileungsi).

Kemudian Tiwan meminta kami untuk mengecek keberadaan orang dicurigai sesuai dengan  laporan dari RT Yono, kemudian kami meluncur ke TKP mengecek keberadaan orang yang dicurigai tersebut dengan menggunakan kendaraan Patroli yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari warung kami ngopi.

Setibanya di TKP, kami menemui tiga orang sedang duduk di sepeda motor masing-masing sambil mengawasi jalan raya kebetulan suasana lokasi dalam keadaan gelap karena lampu/penerangan dalam keadaan gelap.

Setelah memarkirkan kendaraan patroli di pinggir jalan, Bripka Erri Sasongko lebih dahlu turun dari kendaraan dan mengucapkan “selamat malam”, tetapi tidak dijawab satu katapun. Lalu Bripka Erri menanyakan identitas salah satu dari orang tersebut, tetap saja mereka diam tidak mengeluarkan kata apapun.

Sekeitika itu muncul tiga orang rekan mereka dari dalam tempat gelap, lalu Bripka Jaka Stiawan keluar dari kendaraan. Karena orang yang dicurigai tidak mau mengeluarkan identitas yang dimintai Bripka Erri Sasongko, lalu Bripka Jaka Stiawan membantu Bripka Erri untuk meminta identitas yang juga sama sekali tidak dijawab oleh keenam orang tersebut.

Seketika itu, salah satu dari mereka mengeluarkan senjata tajam (golok) dan menyebar mengelilingi Bripka Erri dan Bripka Jaka. Karena terpojok Bripka dan Bripka Jaka berpencar hanya tertutup kendaraan Patroli, lalu salah satu dari mereka membacok Bripka Erri yang mengenai leher sebelah kanan dan terdengar suara tembakan dari tempat Bripka Erri berada.

Kemudian Bripka Jaka berusaha membantu Bripka Erri dengan mengeluarkan senjata api, akan tetapi dari arah belakang salah satu dari mereka menabrak Bripka Jaka dengan motor hingga Bripka Jaka terjatuh tengkurap dan berusaha bangun, lalu para bandit tersebut tidka meberi kesempatan dan langsung menggilas Bripka Jaka dengan kendaraan roda dua hingga Bripka. Jaka tidak sempat bangun.

Seketika itu juga Bripka Jaka mengeluarkan letusan senjata yang langsung dikeroyok para pelaku dengan membabi buta menggunakan golok dan parang. Enam butir peluru dari senjata api Bripka Jaka telah habis dimuntahkan yang diprakirakan Bripka Jaka mengenai diantara pelaku langsung membacok dan mengenai kepala sebelah kiri dan juga mengenai pelipis mata kanan.

Sedangkan Bripka Erri dapat menyelamatkan diri, dengan luka bacok dibagian leher namun tidak begitu parah.

Ditengah bersimbah darah Bripka Jaka tetp melakukan perlawanan dan mengejar para pelaku yang kabur dengan kenderaan roda dua. Tak lama kemudian datang bantuan dari anggota Polsek Setu dan warga sekitar lokasi beramai-ramai membantu kedua anggota polisi itu.

Melihat kondisi Bripka Jaka Stiawan warga langsung dialikan warga ke RS terdekat, kemudian dibawa ke RS Kartika Husada, Desa Burangkeng.

Karena kurangnya alat medis di RS tersebut Bripka Jaka dirujuk ke RS Karya Medika II Tambun, akan tetapi tidak juga sanggup karena luka yng dialami Bripka Jaka cukup parah. Kemudian anggota Polsek Setu dengan mobil patroli melarikan Bripka Jaka ke RS Karya Medika I, Cikarang Barat, yang kemudian mendapat paerawatan di ruang ICU.

Bripka Jaka mengalami empat luka bacokan cukup parah diantaanya dibagian pelipis sebelah kanan yang mengakibatkan bola mata kanannya hingga kini mengalami gangguan penglihatan permanen.[HSB]

BEKASI TOP