
POSBEKASI.COM | BEKASI KOTA — Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menegaskan gelaran Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 sejak awal dirancang sebagai ruang bagi pelaku fashion, UMKM, IKM, desainer, perajin, dan industri kreatif untuk mendapatkan ruang promosi sekaligus pasar.
“BCFM kami dorong agar memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Ketika karya lokal tampil, masyarakat membeli, desainer mendapatkan pesanan, penjahit mendapatkan pekerjaan, dan UMKM mendapatkan pasar, maka ekosistem ekonomi kreatif ikut bergerak,” ujar Wiwiek pada gelaran BCFM 2026 yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 di salah satu mall di Kota Bekasi, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Ajang tahunan tersebut terbukti berhasil menghasilkan perputaran ekonomi dari berbagai aktivitas usaha hingga mencapai Rp334.956.923 selama tiga hari penyelenggaraan. Capaian ini bersumber dari kontribusi sejumlah sektor, seperti gerai batik, jasa jahit, desainer, pelaku bazar, makeup, hingga produk IKM dan UKM.
“Capaian pendapatan Rp334,9 juta selama tiga hari tersebut menjadi gambaran bahwa event kreatif memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi. Pergerakan tidak berhenti pada transaksi produk fashion, tetapi juga menyentuh jasa jahit, desainer, bazar, kuliner, kerajinan, hingga sektor pendukung lainnya,” jelasnya.
Dari total transaksi tersebut, kontribusi terbesar berasal dari biaya jahit sebesar Rp137.302.420, disusul belanja batik di Gerai Dekranasda sebesar Rp71.999.503. Mengusung konsep “Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026”, gelaran tahun ini memadukan kekayaan batik lokal Bekasi dengan karakter fashion olahraga untuk menyambut Porprov Jabar XV 2026.
“Setiap tahun konsepnya kami kembangkan. Kami ingin BCFM menjadi panggung bagi talenta dan produk lokal Bekasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang semakin luas bagi para pelakunya,” kata Wiwiek.
BCFM sendiri pertama kali digelar pada 2023 dan kini telah terselenggara secara konsisten selama empat tahun sebagai pengembangan dari Bekasi Fashion Week. Event ini hadir membawa semangat Local to Global agar karya serta produk fashion lokal Kota Bekasi memiliki daya saing yang lebih luas dan terus menggerakkan perekonomian daerah.
Pewarta/Editor: Ika Pudiarti/Red-03

