
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com — Harga sejumlah komoditas Barang Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Induk Cibitung mengalami kenaikan tipis pada Selasa (18/8/2026). Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah yang dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.
Staf Bahan Pokok Penting (Bapokting) Pasar Induk Cibitung, Abdul Rohman, mengatakan kenaikan harga masih dalam batas wajar dan belum memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.
“Untuk hari ini ada kenaikan sedikit. Kemarin pasokan yang masuk berkurang karena para pemetik banyak yang mengikuti kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan,” ujar Abdul Rohman saat memantau perkembangan harga komoditas di Pasar Induk Cibitung, Selasa (19/8/2026).
Ia menjelaskan, harga cabai rawit merah super saat ini berada di kisaran Rp43.000 per kilogram, sedangkan kualitas nomor dua sekitar Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting super berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.
Untuk cabai rawit merah secara umum, harga berada pada rentang Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram, tergantung kualitas dan daerah asal. Adapun bawang merah berada pada kisaran Rp20.000-an hingga Rp25.000 per kilogram.
Menurut Abdul Rohman, kenaikan harga rata-rata berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai masih fluktuatif karena sangat bergantung pada jumlah pasokan yang masuk ke pasar.
“Kalau pasokan malam nanti masuk lebih banyak, harga bisa kembali turun. Jadi memang belum bisa diprediksi secara pasti,” katanya.
Selain cabai dan bawang merah, komoditas sayuran seperti kacang panjang juga mengalami kenaikan. Harga kacang panjang kualitas super di tingkat Pasar Induk Cibitung mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi kondisi cuaca dan berkurangnya ketersediaan air di daerah produksi.
Abdul Rohman menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan pasokan komoditas secara rutin. Hasil pemantauan di lapangan kemudian dilaporkan untuk menjadi bahan evaluasi, khususnya ketika terjadi perubahan harga pada periode tertentu.
“Pasokan sebenarnya banyak, tetapi yang menjadi kendala sekarang pemetiknya berkurang. Kami mendorong para pengirim agar aktivitas pemetikan kembali normal sehingga pasokan ke pasar juga kembali lancar,” jelasnya.
Ia memastikan kondisi daya beli masyarakat di pasar saat ini masih relatif normal, meskipun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi belum terlalu berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan.
Kepada masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional, Abdul Rohman mengimbau agar tetap cermat memilih komoditas dengan mempertimbangkan kualitas dan harga.
“Masyarakat juga dapat melakukan negosiasi dengan pedagang secara wajar untuk mendapatkan harga yang sesuai,” terangnya. [gha]

