Posbekasi.com

Perang Iran Vs AS-Israel Kembali Memuncak, IRGC Tembak Kapal di Hormuz

Rudal Iran. Foto. Ist

JAKARTA, POSBEKASI.com – Penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran memperingatkan bahwa “musuh agresor dan kaki tangannya” akan “dihukum berat” menyusul gelombang serangan baru AS.

Mohsen Rezaei, penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial AS, X, pada Kamis (9/7/2026).

Pernyataan itu muncul tak lama setelah media Iran melaporkan serangkaian ledakan di seluruh Iran selatan menyusul serangan AS yang menargetkan beberapa lokasi.

Televisi pemerintah mengatakan pecahan proyektil menghantam Rumah Sakit Imam Ali di kota pelabuhan Chabahar di tenggara, sementara Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa serangan di provinsi Bushehr tidak menyebabkan kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengkonfirmasi melakukan serangan tambahan terhadap Iran, dengan mengatakan serangan tersebut dimaksudkan untuk lebih melemahkan kemampuan Iran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Pada Rabu (8/7/2026) pagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.

Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu.

IRGC Tembak Kapal di Hormuz.

Kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan ditembak setidaknya oleh dua rudal milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin (6/7/2026) malam.

Situs berita Axios yang mengutip dua pejabat AS menyebutkan bahwa Amerika kemungkinan akan membalas dengan serangan terhadap target-target Iran menyusul serangan tersebut.

Laporan tersebut muncul setelah pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan bahwa sebuah kapal tanker terkena serangan di lepas pantai Oman, yang memicu kebakaran di kapal tersebut.

“Sebuah kapal tanker melaporkan terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri yang menyebabkan kebakaran, saat berlayar ke arah selatan,” kata UKMTO dalam sebuah pemberitahuan peringatan.

UKMTO tersebut mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut dan menyarankan kepada kapal-kapal yang beroperasi di area itu untuk berhati-hati dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

Tidak ada korban jiwa atau kerusakan lingkungan yang dilaporkan, menurut UKMTO.

Sementara itu, media Iran menulis di X, mengutip sumber-sumber, bahwa sebuah kapal tanker minyak Qatar “bermaksud melewati jalur Oman di Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut AS tetapi menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang kali.” [ktd/ana]

 

Sumber: Anadolu

BEKASI TOP