
KABUPATEN BEKASI, posbekasi.com — Benarkah kegiatan Job Fair yang diklaim membawa ribuan peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi benar-benar ada dan berjalan efektif di lapangan, ataukah hanya berakhir sebagai ajang seremonial belaka?
Pertanyaan ini menyeruak di tengah dibukanya Job Fair Virtual Kabupaten Bekasi 2026 oleh Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja. Acara yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi ini berlangsung di Jababeka Golf and Country Club Cikarang pada 27–28 Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengklaim kegiatan ini sebagai upaya nyata memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran. Sebanyak 45 perusahaan berpartisipasi dengan menyediakan 1.313 lowongan kerja, baik di sektor formal maupun nonformal.
Dalam sambutannya, Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja berharap ajang virtual ini dapat menjadi langkah konkret dalam mempertemukan para pencari kerja dengan pihak perusahaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita membuka lowongan kerja dengan jumlah 1.313 posisi dari 45 perusahaan. Ini cukup lumayan, dan ditambah lagi dengan peluang di sektor nonformal,” ujar Asep dikutip dalam laman Pemkab Bekasi, Rabu (28/10/2026).
Mengingat Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 9.200 perusahaan, Asep mendorong agar lebih banyak industri yang terlibat pada masa mendatang. Menurutnya, potensi penyerapan tenaga kerja lokal sangat besar jika setiap perusahaan berkontribusi aktif.
“Keinginan saya, jangan hanya 45 perusahaan. Masih banyak sekali perusahaan yang belum bergabung. Kalau satu perusahaan saja bisa menyerap sepuluh orang, tentu ini sudah menjadi langkah yang baik untuk mengurangi angka pengangguran,” tambahnya.
Asep menegaskan Pemkab Bekasi akan terus berkolaborasi dengan Disnaker, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta pengelola kawasan industri. Selain itu, ia merencanakan kunjungan rutin ke kawasan industri setidaknya dua kali dalam sepekan guna mendorong penyerapan tenaga kerja lokal.
Asep juga secara khusus mewanti-wanti agar pelaksanaan job fair ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa hasil nyata.
“Jangan sampai hanya seremonial. Kita ingin benar-benar ada tindak lanjut dan penyerapan tenaga kerja. Nanti akan kita komunikasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan untuk melihat seberapa banyak warga Kabupaten Bekasi yang berhasil mendapatkan pekerjaan,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida, menjelaskan bahwa job fair virtual ini merupakan bentuk kolaborasi bertahap antara Pemkab Bekasi, pengelola kawasan, dan para tenant.
“Yang terdaftar baru 45 perusahaan, tetapi sebenarnya daftar tunggunya masih banyak. Selama dua hari ini, kesempatan juga terus berkembang, termasuk membuka peluang di sektor nonformal,” jelas Ida.
Ida menuturkan, sektor nonformal sengaja didorong untuk menjangkau pencari kerja yang terbentur batasan usia maupun kualifikasi pendidikan di sektor formal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak patah semangat dan memanfaatkan program pelatihan serta pemagangan yang disediakan pemerintah.
Pertanyaan yang Menyisa
Meski angka 1.313 lowongan kerja dari 45 perusahaan dipaparkan secara rinci di atas kertas, publik dan pencari kerja di Kabupaten Bekasi kini menunggu pembuktian nyata.
Faktanya, akankah job fair virtual ini benar-benar menyalurkan para pencari kerja lokal ke meja kerja, atau sekadar angka statistik dalam laporan kegiatan pemerintah daerah?
Pewarta/Editor: Ghajali/RED-02

