Posbekasi

Diganjar Satyalancana Karya Satya, Seberapa Besar Pengabdian 238 ASN Bekasi?

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe mengabadikan momen bersama 238 ASN Kota Bekasi penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI di Aula Nonon Sonthanie. Posbekasi.com / Ist

POSBEKASI.com, BEKASI KOTA — Di balik gemerlap penyematan tanda kehormatan, esensi dari sebuah penghargaan bagi aparatur negara selalu bermuara pada satu pertanyaan mendasar: seberapa besar dedikasi dan pengabdian nyata yang telah diberikan kepada masyarakat? Pertanyaan inilah yang mewarnai penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada 238 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi, di Aula Nonon Sonthanie, Senin (12/10/2026). Acara khidmat ini dipimpin langsung Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

“Kami ucapkan selamat kepada para penerima penghargaan, ini merupakan suatu kehormatan dari negara serta bentuk pengakuan dan apresiasi atas kesetiaan, pengabdian, komitmen ASN,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.

Penghargaan bergengsi dari Kepala Negara ini diberikan kepada para abdi negara yang telah menorehkan rekam jejak pengabdian panjang, terbagi dalam masa bakti 10 Tahun (Perunggu), 20 Tahun (Perak), hingga 30 Tahun (Emas). Penganugerahan ini bukan sekadar seremoni simbolik, melainkan tolok ukur atas konsistensi, kedisiplinan, dan integritas moral ASN dalam mengemban amanat publik selama puluhan tahun tanpa catatan pelanggaran hukum.

“Kami sangat berharap penghargaan yang diterima dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Bekasi,” lanjut Abdul Harris Bobihoe.

Menjawab tantangan birokrasi yang kian dinamis, Bobihoe menegaskan bahwa lencana kehormatan harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada warga. Pengabdian puluhan tahun diuji bukan dari seberapa lama seorang ASN menduduki jabatannya, melainkan seberapa besar kehadiran mereka dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berintegritas.

“Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa setiap tugas yang kita laksanakan merupakan bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat,” pungkas Bobihoe.

 

 

Pewarta/Editor: Ika Pudiarti / RED-PB03

BEKASI TOP