Posbekasi

Rentetan Karhutla Hantam Berbagai Daerah, BNPB Imbau Stop Bakar Lahan

Petugas berupaya melakukan pemadaman karhutla di Desa Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, Selasa (6/10/2026). Posbekasi.com / BPBD Kab. Tulang Bawang Barat.

POSBEKASI.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai pelosok Indonesia sepanjang Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10) pagi, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua Selatan dengan luasan terbakar mencapai puluhan hektare di tiap wilayah.

“Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan dalam periode ini. Karhutla skala besar salah satunya melanda perkebunan karet milik PT Huma Indah Mekar di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, yang menghanguskan sekitar 78,2 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S. P. Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Jumat (9/10/2026).

Seluruh jajaran BPBD di tingkat daerah bersama aparat kepolisian dan tim gabungan terus memantau lokasi kejadian, memadamkan api, serta menyelidiki dugaan penyebab kebakaran yang kerap kali dipicu oleh pembakaran lahan secara sembarangan maupun faktor angin kencang di musim kering.

“Di beberapa daerah seperti Kabupaten Polewali Mandar dan Kepulauan Talaud, kebakaran diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala, sehingga api dengan cepat menjalar ke rumpun bambu maupun kawasan perkebunan warga,” ujar Berton.

Berbagai wilayah terdampak telah mengaktifkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan berdasarkan keputusan kepala daerah masing-masing, guna mempercepat koordinasi penanganan darurat dan penyediaan armada serta logistik di lapangan.

“Meski sebagian besar titik api di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi kini telah berhasil dipadamkan, pemantauan ketat masih berlangsung di kawasan timur seperti Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, di mana tim gabungan masih berjuang menaklukkan sebaran titik api dan asap tebal seluas 20 hektare di tengah keterbatasan sarana dan minimnya sumber air,” jelasnya.

Menyikapi eskalasi kejadian di berbagai provinsi ini, BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan menghentikan seluruh praktik pembersihan maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, menyiapkan alat pemadam sederhana serta sekat bakar di sekitar permukiman, dan segera menggunakan masker bila terpapar asap tebal. Segera laporkan kemunculan titik api kepada perangkat desa atau BPBD setempat dan jangan mencoba memadamkan api berukuran besar seorang diri,” imbau Berton. [yla]

BEKASI TOP