BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Menyongsong Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi yang akan digelar pada 20 September 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, mengingatkan para calon dan kepala desa terpilih nantinya agar berkomitmen membangun desa serta menjauhi praktik rasuah. Diharapkan pesta demokrasi Pilkades damai ini juga menjadi momentum demokrasi yang memperkuat kekompakan, harmonisasi, serta keutuhan warga di 154 desa penyelenggara Pilkades.
“Lewat pesta demokrasi Pilkades damai, jaga keharmonisan dan kekompakan warga dalam membangun desa yang maju. Apalagi, Kabupaten Bekasi ini merupakan daerah industrial terbesar di Asia Tenggara dan sebagai penyangga Ibu Kota DKI Jakarta, harus menjadi daerah terdepan dalam kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil IX Kabupaten Bekasi, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Persiapan panjang Pilkades yang telah dilakukan sejak 2 Mei hingga 24 Juli lalu dengan sistem pemungutan suara berbasis e-voting atau TPS digital hibrid ini bertujuan melahirkan kepala desa yang benar-benar merupakan aspirasi murni masyarakat.
Selain mendorong percepatan pembangunan dan pengalokasian anggaran desa yang lebih merata agar tidak ada lagi desa tertinggal, Syahrir mengingatkan para calon kepala desa untuk menjauhi praktik rasuah atau tindak pidana korupsi.
“Jangan sia-siakan pilihan dan harapan warga masyarakat yang berharap Kades dapat bekerja membangun dan memajukan desanya. Jangan sampai Kades terpilih nanti malah melakukan tindak pidana korupsi yang membuat kecewa masyarakat,” tegas politisi senior Partai Gerindra ini.
Sementara, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turut mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi tingkat desa ini tidak sampai mengganggu persaudaraan dan keharmonisan antarwarga.
“Pilkades ini walaupun kita berbeda, tapi kita tetap saudara. Jangan sampai ada perpecahan, karena niat kita semuanya sama, membangun desa dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Asep.
Para calon kepala desa juga diminta untuk menyikapi ajang ini secara santai, berjiwa besar, serta mengedepankan adu gagasan ketimbang memicu ketegangan di tengah masyarakat.
“Bertarunglah secara sehat dan bermartabat. Kedepankan visi, misi, dan program kerja daripada menyebarkan ujaran kebencian atau hal-hal yang dapat memecah belah warga,” ujarnya.
Komitmen menjaga integritas pemilu desa ini turut ditekankan melalui penegasan sanksi tegas bagi aparatur pemerintah yang terbukti tidak menjaga netralitas.
“Untuk ASN, mulai dari camat dan seluruh ASN saya harapkan netral. Kalau terbukti tidak netral, pasti ada sanksi dari kita,” kata Asep. [adk]

