Posbekasi

Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Tampung Ratusan Siswa Putus Sekolah

Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Bekasi Terintegrasi 1 di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Posbekasi.com / Dok.

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menilai kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi menjadi kesempatan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah.

“Bagi anak-anak yang memang putus sekolah, saya berharap kepada Dinas Pendidikan agar bisa ditampung untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Rakyat. Ini merupakan kesempatan yang baik dan kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Endin Samsudin saat menyampaikan amanat pada Apel Pagi di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Senin, 7 September 2026.

Keberadaan Sekolah Rakyat tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Ini tentunya merupakan kerja keras dari semua pihak, khususnya Dinas Sosial. Kita tahu ada Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional di wilayah Kabupaten Bekasi. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Program nasional ini sendiri telah menampung sebanyak 427 siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, yang berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, termasuk peserta didik dari sekolah rintisan.

“Saya bersyukur SR sudah melaksanakan MPLS. Alhamdulillah, anak-anak kita yang diberikan kesempatan untuk bersekolah di SR ini sudah bisa bersekolah,” ucapnya mengapresiasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang sebelumnya dibuka oleh Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Khusus untuk wilayah Kabupaten Bekasi, tersedia kuota sebanyak 270 siswa di mana hingga saat ini telah terisi 237 siswa, yang terdiri dari 57 siswa jenjang sekolah dasar, 90 siswa sekolah menengah pertama, serta 90 siswa sekolah menengah atas, sementara sisa kuota akan dipenuhi melalui verifikasi lanjutan. [gha]

BEKASI TOP