Posbekasi

Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Pelayanan Satu Pintu Korban Kekerasan di Forum IAWP 2026

 

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan saat memberikan paparan dalam The 63rd IAWP Annual Training Conference 2026 di Nusa Dua Bali, Selasa (22/9/2026). Posbekasi.com / Ist

BALI, POSBEKASI.com – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mendorong pentingnya pembentukan sistem pelayanan terintegrasi atau satu pintu bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Nusa Dua Bali, Selasa (22/9/2026).

Dalam forum yang dihadiri Polisi Wanita (Polwan) dari berbagai negara tersebut, Veronica menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan jejaring internasional dalam menghadapi tantangan penanganan kejahatan, termasuk kekerasan berbasis online (online gender-based violence).

Veronica mengungkapkan bahwa penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak menghadapi tantangan serupa di berbagai negara, terutama dengan makin pesatnya perkembangan teknologi yang melintasi batas wilayah secara cepat.

“Saya melihat ini bukan bicara soal ruang di mana setiap Polwan yang hadir ini membawa agenda masing-masing negara. Tapi saya melihat sekelompok kekuatan perempuan sebagai Polwan penegak hukum yang menghadapi masalah dan tantangan yang sama, serta tidak dibatasi oleh ruang,” ujar Veronica.

Melihat kompleksitas penanganan kasus saat ini, Veronica berharap instansi penegak hukum dan lembaga terkait tidak lagi membiarkan korban mendatangi banyak institusi untuk memperoleh perlindungan dan keadilan.

“Jangan biarkan korban itu datang ke setiap meja atau institusi, tapi bagaimana kita membuat ruang aman dan berperspektif supaya korban dilayani satu pintu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Veronica mengapresiasi penguatan sinergi antara Kementerian PPPA dan Polri, termasuk melalui pengembangan Direktorat PPA-PPO. Menurutnya, kolaborasi holistik mulai dari tahap perlindungan hingga pemulihan fisik dan psikis korban harus terus ditingkatkan.

Menanggapi gagasan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri menyambut positif penguatan sinergi yang disampaikan oleh Wamen PPPA.

Trunoyudo menilai konferensi IAWP menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas serta jejaring kerja sama kepolisian internasional dalam menghadapi kejahatan terorganisir maupun kejahatan siber yang menyasar perempuan dan anak.

“Polri menyambut positif penguatan kolaborasi ini. Tantangan kejahatan saat ini semakin kompleks dan tidak mengenal batas negara, sehingga diperlukan pelayanan yang cepat, humanis, terintegrasi, dan berorientasi pada pemulihan korban,” kata Trunoyudo.

Melalui pertukaran pengalaman dan pemikiran di forum IAWP ini, diharapkan pelayanan perlindungan masyarakat—khususnya bagi perempuan dan anak—dapat terus ditingkatkan secara optimal.

 

 

Pewarta/Editor: Ismail Hasibuan

BEKASI TOP