
BEKASI KOTA, POSBEKASI.com — Di tengah semarak perayaan bulan Kemerdekaan ke-81 tahun Republik Indonesia pada Agustus 2026 ini, ironi justru dirasakan oleh sebagian warga di sudut Kota Metropolitan Bekasi. Alih-alih menikmati terang kemerdekaan, warga justru harus merasakan “gelap gulita” akibat pemadaman listrik yang terjadi di Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR), Cimuning, Mustikajaya, Kita Bekasi, pada Ahad, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 22:00 WIB, hingga Senin dinihari (10/08/2026).
Sebagai kota penyangga utama Ibukota Negara, Kota Bekasi seharusnya menjadi etalase modernitas dan kenyamanan pelayanan publik. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Pemadaman listrik yang telah berlangsung lebih dari tiga jam ini memicu keresahan dan kesusahan di tengah masyarakat yang tengah beristirahat dan persiapan aktifitas pagi hari.
Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran tidak adanya kejelasan informasi dari pihak terkait. Warga menyebutkan bahwa laporan telah berulang kali dilayangkan melalui layanan pengaduan PLN, namun hingga berjam-jam berlalu, aliran listrik tak kunjung menyala.
Lebih disayangkan lagi, tidak ada pengumuman resmi atau penjelasan apapun kepada masyarakat mengenai apa yang menjadi penyebab utama matinya aliran listrik di wilayah tersebut pada malam hari ini.
“Sudah tiga jam lebih listrik padam total. Kami lapor ke layanan PLN tapi tidak ada respons cepat, dan yang bikin jengkel, warga sama sekali tidak diberi tahu apa penyebabnya. Padahal, Kota Bekasi merupakan penyangga Jakarta, di bulan kemerdekaan pula,” keluh salah seorang warga terdampak pemutusan aliran listrik, pada Senin dinihari (10/8/2026).
Keresahan Tengah Malam
Hingga berita ini diturunkan, kondisi gelap gulita membuat aktivitas warga lumpuh total. Aktivitas rumah tangga, hingga kenyamanan anak-anak dan warga lanjut usia terganggu akibat hilangnya pasokan listrik secara mendadak ini.
Setelah laporan warga, petugas PLN masih berjibaku mengecek lokasi dan Gardu BTR A untuk menemukan penyebab putusnya hubungan arus listrik.
“Masih dicek dari mana aliran yang putus dan segera dilakukan perbaikan,” kata salah seorang tim petugas yang tengah melakukan perbaikan kabel di tiang listrik depan Gardu BTR A.
Hingga berita ini diturunkannya pukul 01:10 WIB, masih dicari penyebab putusnya aliran listrik di sebagian Blok E BTR.
Warga berharap pihak PT PLN (Persero) yang datang setelah hampir tiga jam, dapat segera bertindak cepat untuk memulihkan aliran listrik serta memberikan transparansi informasi terkait gangguan yang terjadi agar keresahan di tengah masyarakat dapat segera mereda. [hsb]

