Posbekasi.com

Israel Tutup Masjid Al-Aqsha Saat Idulfitri, HNW: Pelanggaran HAM dan Hukum Internasional

Masjid Al Aqsha. (REUTERS/Ilan Rosenberg)

JAKARTA, POSBEKASI.com – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan sepihak Israel yang terus menutup Masjid Al-Aqsha hingga berakhirnya Ramadan 1447 H. Penutupan ini mengakibatkan umat Islam tidak dapat menyelenggarakan sholat Idulfitri di masjid suci tersebut, sebuah peristiwa yang disebut sebagai sejarah buruk bagi dunia Islam.

“Penutupan berkepanjangan Masjid Al-Aqsha secara sepihak oleh Israel itu sangat melukai HAM umat Islam dan secara terbuka melanggar hukum internasional. Ini merupakan sejarah buruk, baru pertama kalinya dalam sejarah Masjid Al-Aqsha sepi,” ujar HNW dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/3/2026)

Kondisi ini merupakan kelanjutan dari pembatasan ketat selama bulan Ramadan, di mana umat Islam dilarang melakukan ibadah tarawih, i’tikaf, hingga sholat Jumat di dalam masjid. Meski masyarakat internasional, termasuk OKI, Liga Arab, hingga Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah melayangkan protes keras, tentara Zionis Israel tetap mengabaikan tuntutan tersebut dan justru mengusir jamaah yang mencoba beribadah di area luar kawasan masjid.

“Ketika umat Islam secara internasional bersukacita berbondong-bondong ke masjid atau lapangan untuk sholat Idulfitri, tetapi Masjid Al-Aqsha yang biasanya penuh dengan gemuruh takbir ratusan ribu jemaah, pada hari raya besok akan sepi. Tidak ada kemeriahan dan syiar di sana karena Zionis terus mengabaikan penolakan dunia,” lanjutnya.

HNW mensinyalir bahwa Israel sengaja memanfaatkan situasi konflik dengan Iran yang sedang menyita perhatian publik global untuk memuluskan agenda penguasaan fisik Masjid Al-Aqsha. Ia khawatir langkah ini merupakan upaya sistematis untuk mengubah status pengelolaan masjid dari otoritas wakaf Yordania ke lembaga rabi Yahudi, guna mendirikan Kuil atau Haikal Sulaiman di atas reruntuhan Al-Aqsha.

“Kekhawatiran banyak pihak bahwa Israel memanfaatkan gelar perang bersama AS menyerang Iran sebagai momentum untuk memudahkan agendanya dalam penguasaan atas Masjid Al-Aqsha semakin mendapatkan pembenarannya,” tegas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Lebih lanjut, HNW menyerukan kepada para pemimpin dunia Islam, organisasi internasional, dan para ulama untuk melakukan langkah nyata dan serius dalam menyelamatkan Masjid Al-Aqsha. Ia mewanti-wanti agar momentum Idulfitri tidak hanya dirayakan secara seremonial di tempat lain, sementara tragedi penutupan Al-Aqsha dibiarkan tanpa kepedulian yang kuat.

“Bila tragedi Masjid Al-Aqsha yang sepi karena ditutup Israel dibiarkan tanpa kepedulian, maka hal itu akan membuat Zionis semakin berani melanjutkan penutupan secara permanen. Hal itu juga berarti mengubur cita-cita menghadirkan negara Palestina,” tambah HNW.

Sebagai penutup, HNW mendesak pihak-pihak yang memiliki kewenangan langsung, khususnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Yordania, untuk menekan Israel agar segera membuka kembali akses masjid tersebut. Menurutnya, pembebasan Al-Aqsha adalah bagian dari upaya mengembalikan fitrah beragama yang damai dan mengakhiri tindakan semena-mena penjajah.

“Para pemimpin umat yang paling berkewenangan seperti OKI dan Yordania mestinya benar-benar efektif melaksanakan amanah menjaga dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha agar tindakan semena-mena Israel dapat diakhiri. Hari Raya Idulfitri besok adalah salah satu momentumnya,” pungkasnya. [met]

BEKASI TOP