Posbekasi

20 Sekolah di Kabupaten Bekasi Selesaikan Verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata 2026

Sebanyak 20 sekolah jenjang SD dan SMP sederajat di Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan tahap penilaian serta verifikasi lapangan Calon Sekolah Adiwiyata tahun 2026 yang berlangsung dari 1 Agustus hingga 2 September 2026. Posbekasi.com / Ist

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Sebanyak 20 sekolah jenjang SD dan SMP sederajat di Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan tahap penilaian serta verifikasi lapangan Calon Sekolah Adiwiyata tahun 2026 yang berlangsung dari 1 Agustus hingga 2 September 2026.

“Titik baliknya memang di 2025, ketika kita mulai menyamakan persepsi bahwa Adiwiyata bukan hanya lomba, tetapi bagaimana membangun pembiasaan di sekolah,” ungkap Ketua Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Bekasi, Wowo Fadillah, mengenai penyesuaian program dengan Permen Nomor 5 Tahun 2025, Kamis (3/9/2026).

Pendekatan pembinaan ini melibatkan lima unsur lintas instansi mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga Himpunan Penggiat Adiwiyata untuk menyasar aspek kebersihan, pengelolaan sampah, konservasi energi, air, serta keanekaragaman hayati yang diintegrasikan langsung ke dalam kegiatan pembelajaran siswa.

“Yang kita ubah itu ada dua, pertama perubahan karakter atau perilaku dan yang kedua perubahan fisik atau lingkungan sekolah,” terang Wowo, menjelaskan sasaran utama dari transformasi program lingkungan tersebut.

Penerapan di lapangan mencakup praktik nyata seperti pengelolaan sampah terpadu, pemanfaatan air bekas wudu, pembuatan biopori, hingga penanaman pohon yang dihubungkan dengan materi pelajaran sekolah sehari-hari.

“Jadi anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi teori itu langsung dipraktikkan dengan memanfaatkan sarana yang ada di sekolah,” jelasnya, memaparkan keterkaitan antara kurikulum belajar dan aksi lingkungan.

Sebelum verifikasi lapangan yang dilakukan dengan pola satu sekolah setiap hari ini, para peserta telah mengikuti pendampingan administratif dan pemenuhan 24 kriteria melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) sejak bulan April lalu.

“Penilaian lapangan kita mulai tanggal 1 Agustus dan berakhir tanggal 2 September karena satu sekolah satu hari,” jelasnya, merinci proses peninjauan langsung ke sekolah-sekolah pendaftar mandiri tersebut.

Hasil penilaian akhir yang direncanakan diumumkan pada Oktober 2026 akan menetapkan sekolah yang berhasil mencapai ambang batas nilai minimal untuk menyandang predikat Adiwiyata Kabupaten.

“Ketika sekolah-sekolah telah memenuhi kriteria dan telah memperoleh poin kurang lebih 70, minimal 70,” tegasnya, menutup keterangan mengenai standar kelulusan predikat sekolah peduli lingkungan tersebut. [gha]

BEKASI TOP