
POSBEKASI.COM | INDRAMAYU – Sebanyak 2.724 jiwa terdampak banjir besar yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama meluapnya air di Kelurahan Margadadi dan Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, sejak Selasa (27/1/2026).
“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 28–29 Januari 2026, khususnya dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, sebanyak 206 warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri. Para pengungsi kini menempati tiga titik lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat untuk menjamin keselamatan warga.
“Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lokasi pengungsian di tiga titik untuk menampung warga yang melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman,” lanjut Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, upaya penanganan darurat terus diprioritaskan, terutama pada pemenuhan kebutuhan dasar logistik bagi para penyintas. Selain bantuan sosial, tim di lapangan juga mulai melakukan langkah teknis berupa normalisasi saluran drainase untuk mempercepat aliran air keluar dari pemukiman.
“Upaya penanganan darurat segera dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak serta normalisasi saluran drainase,” tambahnya.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan tren positif meski kewaspadaan tetap ditingkatkan. Genangan air dilaporkan mulai berangsur surut dengan tinggi muka air (TMA) yang kini terpantau berada di kisaran 30 hingga 90 sentimeter.
“Saat ini, kondisi genangan air berangsur surut dengan tinggi muka air berkisar antara 30–90 sentimeter,” pungkas Abdul Muhari. [amh]

