
POSBEKASI.COM | SUBANG – Bencana kekeringan parah melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, akibat kemarau panjang yang menyebabkan sumber-sumber mata air warga mengering total hingga Oktober 2026. Kondisi darurat air bersih ini berdampak langsung pada ribuan jiwa di empat kecamatan yang kini bergantung penuh pada pasokan bantuan tangki air darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD setempat.
“Kekeringan melanda Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, akibat tidak turunnya hujan dalam waktu yang lama sehingga sumber mata air mengering. Kejadian ini berdampak pada sekitar 400 KK atau 1.450 jiwa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Ciater, Cipeundeuy, Cisalak, dan Subang,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya diterima redaksi, Rabu (14/10/2026).
Dampak krisis air bersih terparah dirasakan warga pemukiman yang mengandalkan mata air pegunungan maupun sumur gali harian. Untuk meringankan beban masyarakat, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Subang bersama dinas terkait terus menyisir wilayah-wilayah kritis guna mendistribusikan ribuan liter air bersih secara berkala.
“BPBD Kabupaten Subang melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak setempat, serta menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada Senin (12/10), distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan di Kampung Babakan Waru, RT 08/RW 08, Desa Palasari, Kecamatan Ciater,” tutur Berton.
Pemerintah mengimbau seluruh elemen masyarakat di wilayah Jawa Barat untuk menerapkan manajemen penggunaan air secara hemat dan efisien, mengingat cuaca kering masih berpotensi bertahan hingga akhir periode musim kemarau.
“Menghadapi dampak kekeringan, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, serta memanfaatkan sumber air secara efisien. Pemerintah daerah dan masyarakat dapat berkoordinasi untuk memastikan distribusi air bersih menjangkau warga yang membutuhkan,” pungkas Berton SP Panjaitan. [amh]

