
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com — Berada di tengah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bekasi didesak untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton. Langkah strategis Pemkab Bekasi menginisiasi program Ekonomi Rancage yang digelar bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol., di Graha Naila, Desa Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (24/9/2026), dinilai menjadi jembatan krusial untuk mengintegrasikan produk lokal ke dalam rantai pasok korporasi hingga pasar global demi mewujudkan “UMKM Kuat, Jawa Barat Rancage, Indonesia Maju”.
Dukungan penuh tersebut disuarakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Bekasi, H. Syahrir, SE, M.I.Pol. Menurutnya, sinergi digitalisasi, kepastian izin legalitas, hingga skema kemitraan business-to-business (B2B) yang diusung Ekonomi Rancage merupakan terobosan kunci bagi penguatan ekonomi kerakyatan.
“UMKM Bekasi tidak boleh lagi sekadar bertahan hidup, tetapi harus dipacu untuk mandiri, berdaya saing tinggi, dan berani menembus pasar yang lebih luas. Keberadaan kawasan industri di Kabupaten Bekasi harus memberi dampak langsung dan inklusif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Ini komitmen kita bersama mewujudkan UMKM Kuat, Jawa Barat Rancage, Indonesia Maju,” tegas legislator empat periode Jawa Barat tersebut.
Program Ekonomi Rancage dirancang komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan mendasar pelaku usaha lokal, mulai dari keterbatasan penetrasi pasar digital hingga standardisasi produk.
Dalam aspek digitalisasi, program ini memfokuskan pelatihan optimasi toko online, penguatan teknik SEO produk, pembuatan katalog visual profesional, serta manajemen inventaris digital agar produk UMKM makin kompetitif di berbagai platform e-commerce.

Tak hanya itu, Ekonomi Rancage menggebrak lewat fasilitasi legalitas gratis, meliputi pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Halal, P-IRT, hingga standar BPOM. Kualitas visual produk juga ditopang lewat pelatihan re-branding dan kemasan ramah lingkungan (eco-friendly packaging), disempurnakan dengan kehadiran fasilitas studio foto/video gratis di tiap kecamatan untuk pembuatan konten pemasaran.
Guna memperluas jangkauan pasar, Ekonomi Rancage mendorong skema B2B matching yang menghubungkan UMKM kuliner dan kriya lokal langsung dengan jaringan hotel, pusat perbelanjaan, serta rantai pasok perusahaan manufaktur khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi. Penguatan struktur bisnis ini dilengkapi dengan pendampingan pencatatan keuangan digital serta fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kemitraan dana CSR.
Sebagai perwakilan masyarakat Kabupaten Bekasi di tingkat provinsi, Syahrir berkomitmen mengawal kebijakan alokasi anggaran dan fasilitasi program pelatihan lanjutan agar program pemberdayaan ini berjalan berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
Dengan mengusung semangat “UMKM Bekasi: Dari Lokal, Berdaya Secara Digital, Tembus Pasar Global”, sinergi antara Pemkab Bekasi, DPRD Jawa Barat, dan para pelaku usaha ini optimistis mampu menjadikan Ekonomi Rancage sebagai motor penggerak lahirnya wirausaha baru yang tangguh, sekaligus menjadi pilar fondasi UMKM Kuat, Jawa Barat Rancage, Indonesia Maju yang sanggup menyerap lapangan kerja lokal secara signifikan. [adk]

