Posbekasi

Amuk Api Karhutla Membara di Jabar, 24 Daerah Terdampak

Petugas BPBD Jawa Barat dan relawan melakukan pemadaman saat amuk api karhutla membara di Jabar.
Ilustrasi – Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Jawa Barat. Posbekasi.com / Dok. BNPB

BANDUNG, posbekasi.com – Amuk api membakar hutan dan lahan Jawa Barat hingga kian meluas melanda 24 kabupaten dan kota dari total 27 daerah di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat per Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB, bencana karhutla membara di Jabar ini tercatat telah menembus 548 kejadian serta menghanguskan 1.109,25 hektare lahan yang tersebar di 194 kecamatan dan 376 desa/kelurahan akibat musim kemarau yang masih berlangsung.

“Sampai pekan ini, karhutla sudah terjadi di 376 kelurahan dan desa di 194 kecamatan. Jumlah kejadian terus bertambah menjadi total 548 kejadian sampai pekan ini, dengan luas kawasan terbakar mencapai total 1.109,25 hektare,” ungkap Juru Bicara BPBD Jabar, Hadi Rahmat, seperti dilansir dari mediaindonesia.com, Ahad (25/10/2026).

Berdasarkan data sebaran kejadian, Kabupaten Subang menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian sekaligus dampak luas area terbakar tertinggi di Jawa Barat, yakni mencapai 119 kejadian dengan total lahan terbakar seluas 355 hektare. Menyusul di posisi kedua, Kabupaten Sumedang mencatatkan 75 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 141,56 hektare.

Advertisements

“Warga diminta lebih waspada. Jangan membakar sampah dan membersihkan lahan dengan api,” tegas Hadi mengingatkan risiko aktivitas pembakaran di tengah kondisi lahan yang kering.

Sementara itu, Kabupaten Ciamis menempati urutan ketiga dengan 60 kejadian yang menghanguskan sekitar 94,08 hektare lahan, disusul Kabupaten Sukabumi sebanyak 44 kejadian, serta Kabupaten Majalengka dengan 27 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 77,94 hektare.

“Data tersebut menunjukkan bahwa karhutla telah terjadi di berbagai wilayah Jawa Barat dengan tingkat kejadian yang berbeda-beda,” jelas Hadi mengenai variasi tingkat keparahan bencana di setiap daerah.

Berikut rincian lengkap jumlah kejadian karhutla di 24 kabupaten dan kota di Jawa Barat hingga 23 Oktober 2026:

1.  Kabupaten Subang: 119 kejadian (luas lahan terbakar 355 hektare)

2.  Kabupaten Sumedang: 75 kejadian (luas lahan terbakar 141,56 hektare)

3.  Kabupaten Ciamis: 60 kejadian (luas lahan terbakar 94,08 hektare)

4.  Kabupaten Sukabumi: 44 kejadian

5.  Kabupaten Bandung: 34 kejadian

6.  Kota Banjar: 33 kejadian

7.  Kabupaten Kuningan: 29 kejadian

8.  Kabupaten Majalengka: 27 kejadian (luas lahan terbakar 77,94 hektare)

9.  Kabupaten Purwakarta: 20 kejadian

10.  Kabupaten Garut: 17 kejadian

11.  Kabupaten Bogor: 17 kejadian

12.  Kabupaten Cirebon: 14 kejadian

13.  Kota Sukabumi: 11 kejadian

14.  Kabupaten Karawang: 10 kejadian

15.  Kabupaten Pangandaran: 9 kejadian

16.  Kabupaten Cianjur: 8 kejadian

17.  Kota Bandung: 5 kejadian

18.  Kabupaten Bandung Barat: 5 kejadian

19.  Kota Cirebon: 4 kejadian

20.  Kota Depok: 2 kejadian

21.  Kota Cimahi: 2 kejadian

22.  Kabupaten Tasikmalaya: 1 kejadian

23.  Kabupaten Indramayu: 1 kejadian

24.  Kota Bogor: 1 kejadian

“BPBD Jawa Barat memperingatkan bahwa potensi kekeringan lahan dan hutan masih akan meluas mengingat musim kemarau belum berakhir. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah munculnya titik api baru,” tutup Hadi menyampaikan peringatan resmi BPBD kepada seluruh warga Jawa Barat.

 

Pewarta/Editor; Jendra/RED-03

 

 

Baca juga: Karhutla Membara di Way Kambas, BNPB Kerahkan Helikopter

Baca juga: Berita Seputar Jabar

BEKASI TOP