Bekasi Online

Satpol PP Bongkar Bangunan dan Lapak Liar di Atas Irigasi Kampung Gandaria Cibarusah

Satpol PP Kabupaten Bekasi bongkar bangunan dan lapak liar di atas irigasi sepanjang jalan wilayah Kampung Gandaria, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Sabtu 17 September 2022. [Posbekasi.com /Istimewa]

POSBEKASI.com | CIBARUSAH – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi kembali bongkar bangunan dan lapak liar yang berdiri di atas irigasi sepanjang jalan wilayah Kampung Gandaria, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Sabtu 17 September 2022.

Langkah tersebut sesuai dengan peraturan dan prosedur yang telah ditempuh berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Satpol PP terhadap pelanggaran Perda dan Perkada di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Langkah eksekusi terhadap bangunan dan lapak liar ini sudah kita tempuh mulai dari Surat Teguran 1 hingga 3, kemudian Surat Peringatan 1 hingga 3, dan Surat Himbauan. Jadi setiap kegiatan penertiban Satpol PP Kabupaten Bekasi berpegang teguh pada SOP yang berlaku,” ucap Plt. Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Deni Mulyadi.

Seluruh bangunan dan lapak liar yang berdiri di atas lahan irigasi milik Perum Jasa, Tirta (PJT) tersebut ditertibkan berdasarkan laporan dari masyarakat melalui pemerintah desa dan kecamatan, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui Satpol PP Kabupaten Bekasi.

“Bangunan dan lapak liar tersebut dianggap mengganggu normalisasi aliran sungai. Kemudian setelah dilakukannya penertiban diharapkan pihak PJT memasang pagar atau menanami tanaman di sepanjang tanah irigasi agar tidak terjadi lagi hal serupa kedepannya,” kata Deni.

Plt. Kepala Bidang Trantibum pada Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita menjelaskan, semula terdapat sekitar 30 bangunan dan lapak liar yang berdiri di sepanjang tanah irigasi. Kemudian seiring berjalannya proses SOP yang dilakukan, jumlahnya terus berkurang hingga akhirnya dilakukan penertiban.

“Dari jumlah semula hari ini yang kita lakukan pembongkaran hanya tersisa sekitar 11 bangunan dan lapak liar. Artinya pemilik bangli sendiri sudah sadar pelanggaran yang dilakukan, maka dari itu dari 30 bangli sisanya melakukan pembongkaran secara mandiri,” ujarnya.[GHA]

BEKASI TOP