Walikota Bicarakan Dana Kompensasi dengan Warga Bantargebang

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama warga Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, bicarakan dana kompensasi, Minggu 13 Nopember 2016 malam.[BEN]

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama warga Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, bicarakan dana kompensasi, Minggu 13 Nopember 2016 malam.[BEN]

POSBEKASI.COM – Walikota Bekasi Rahmat Effendi memenuhi undangan masyarakat di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, sebagai tindaklanjut kedatangan Plt. Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang meninjau TPST Bantargebang yang telah menyepakati adendum dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Pada saat itu warga yang hadir meminta Walikota untuk datang silaturahmi sekaligus mendemgarkan aspirasi warga terkait permintaan warga.

Didampingi Sekretaris Daerah, Rayendra, para staf ahli Walikota, Asisten Daerah, dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Minggu 13 Nopember 2016 malam.

Walikota Bekasi mendengarkan keluhan keluhan warga Kecamatan Bantargebang yang berada di area TPST Bantargebang, Erwin, sebagai perwakilan warga menjelaskan dam menanyakan mengenai kejelasan dana Kompensasi yang telah disepakati oleh Provinsi DKI Jakarta usai pemutusan kontrak pihak ketiga. Beberapa keluhan tersebut dijelaskan mengenai kapan dana kompensasi tersebut cair, termasuk Air limbah (air licin) yang telah mengalir agar dibuatkan poulder air yang mengalir ke muara itu aman, pemulihan lingkungan, sarana air bersih begitu instalansinya.

Selain itu, dana kompensasi yg diterima warga biasa disebut “Dana Bau” dijelaskan untuk beli air bersih saja tidak cukup, perharinya jika dihitung satu galon 15 ribu, jika dihitung perbulannya mendapatkan 300 Ribu yang cairnya pertiga bulan terkadang macet untuk pencairannya.

Usulan warga juga datang dari Kelurahan se-Kecamatan Bantargebang, yang juga mengusulkan agar mendapatkan “Dana Bau” di area TPA Sumur Batu, juga Warga yang merasa berdampingan dengan Kabupaten Bogor yang juga mengkritik agar mendapatkan dana Kompensasi juga.

Warga yang telah mendapatkan dampak negatif dari bau nya TPST Bantargebang juga mengeluhkan mengenai Drainase serta saluran yang rusak, dan menjelaskan sebagian infrastruktur yang telah rusak.

Walikota usai mendengarkan keluhan tersebut, menjelaskan bahwa dana kompensasi yang sebelumnya mendapatkan 300 Ribu akan naik mulai bulan ini sebanyak 100% menjadi 600 Ribu untuk Dana Bau nya di areal TPST Bantargebang, juga tidak usah khawatir dengan perincian dari saudara Erwin yang telah merincikan setiap sen rupiahnya, itu tidak akan hilang dan akan tetap diawasi oleh Walikota.

Juga dijelaskan, mengenai dapatnya dana hibah dari DKI Jakarta akan dilarikan penuh untuk masyarakat Bantargebanh, termasuk segi kesehatan yang akan dibangun Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Rawat Inap di tiap Kelurahannya, Pendidikan nya juga diperhatikan akan dibangun sekolah-sekolah di Kecamatan Bantargebang, agar para penerus bangsa tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

Penjelasan Walikota mengenai warga yang bersebelahan dengan perbatan Kabupaten Bogor, agar Lurah setempat bisa melihat kondisi kondisi yang ada, seperti sampah yang telah menempel di dinding rumah warga, agar Lurah turun langsung mendengarkan keluhan warganya.

Melihat kondisi ini, Walikota menegaskan akan tetap membantu dan mendengarkan aspirasi warganya, selama DKI Jakarta memperhatikan kemauan dari mitra kota nya, akan tetap bekerja sama dan melaporkan setiap ada permasalahan.

Mengenai pinggiran pinggiran rumah warga ya g terkena dampak dari TPST Bantargebang, maupun TPA Sumur Batu nanti akan langsung ditindaklanjut oleh Lurah dan Camat setempat.[BEN]

Pin It