Bekasi Online

Polsek Setu Perketat Pengawasan Pelajar dari Tawuran

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat.[IDH]
Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat.[IDH]
POSBEKASI.COM – Kapolsek Setu, Polresta Bekasi, AKP Agus Rohmat,SH, meminta para orang tua dan guru memperketat pengawasan dan perkembangan anak dilingkungannya dalam menempuh pelajaran agar jauh dari tindak pidana kriminalitas yang dapat memperburuk masa depan generasi muda.

“Para pendidik dan orang tua murid agar tetap mengawasi anak-anak dilingkungan baik sekolah maupun diluar sekolah serta berkewajiban memantau perkembangan putra dan putrinya pada waktu berangkat atau pulang sekolah,” kata Agus Rohmat saat menyampaikan pesan Kamtibmas saat menghadiri syukuran pelaksanaan ujian nasional (UN) 2016 di SMP Negeri 1 Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/6/2016).

Menurut Agus Rohmat, semaksimal mungkin harus dilakukan pendidik dan orang tua untuk menjauhkan pelajar dari aksi tawuran, minuman keras (miras), narkoba dan pornografi yang dapat mempengaruhi jiwa anak menjadi brutal dan bertindak kriminalitas.

“Pengaruh miras, narkoba dan pornografi akan mempengaruhi otak anak yang dapat menjadi brutal hingga gampang melakukan tawuran yang bisa mengarah pada tindakan kriminalitas,” terang Agus yang juga mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi SMPN 1 Setu meraih predikat ketiga se Jawa Barat.

Kaposlek Setu AKP Agus Rohmat bersama pelajar dan guru SMPN 1 Setu.[IDH]
Kaposlek Setu AKP Agus Rohmat bersama pelajar dan guru SMPN 1 Setu.[IDH]
Melalui momen ini lanjut Agus, pihaknya mengajak seluruh orang tua dan pendidik untuk  menjaga keamanan dan ketertiban anak-anak dari kenakalan remaja hingga terhindar dari tindak pidana.

“Selamatkan anak-anak kita dari korban maupun menjadi pelaku tindak pidana yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak,” ujar Agus di damping Kanit Binmas Iptu Desy Yulhasri dan Kasi Humas Aiptu Parjiman.

Sementara Agus Rohmat menyampaikan pesan Kapolesta Bekasi, Kombes Pol M Awal Chairuddin yang mengimbau seluruh Kapolsek untuk lebih meningkatkan patrol dan sambang kampung serta kunjungan-kunjungan ke sekolah maupun masyarakat dengan membekali pesan Kamtibmas agar tawuran atau kenakalan remaja yang sampai menelan jiwa seperti peristiwa tawuran pelajar SMPn 3 dengan SMPN 12 di Tambun.

Akibat tawuran tersebut Muhammad Rafi, 12 tahun, pelajar SMPN 3 Tambun Kelas 7 menjadi korban tawuran yang menyebabkan meninggal dunia.

“Untuk itu sekolah-sekolah yang ada di Setu ini harus berlomba-lomba dalam prestasi bukan sebaliknya yang dapat berdampak kriminalitas seperti yang terjadi pada pelajar SMP di Tambun. Ini sangat memprihatinkan kita. Untuk itu, pendidik dan orang tua harus ketat melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal terulang di wilayah kita,” kata Agus.[IDH]

BEKASI TOP