Bekasi Online

Polisi Kehilangan Jejak dr Aldo

Penyaringan tulang bayi aborsi yang diduga di kubur.[IST]
Penyaringan tulang bayi aborsi yang diduga di kubur.[IST]
POSBEKASI.COM – Jajaran Polresta Bekasi Kota, belum berhasil menangkap dokter Aldo yang diduga terlibat praktik aborsi ilegal di Klinik Bekasi Medical Center (BMC) di Jalan Ir H Djuanda Bekasi Timur.

“Dokter Jabat sudah menyerahkan diri, tinggal dokter Aldo yang masih kita cari keberadaannya,” kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Rajiman di Bekasi, kemaren.

Diakuinya, polisi kesulitan menangkap Aldo selain sinyal ponselnya yang sudah tidak aktif dan minim informasi keberadaannya.

“Kalau tidak aktif karena ganti kartu, masih bisa kita deteksi keberadaannya, tapi kalau ponselnya sudah benar-benar tidak aktif itu sulit ditambah minimnya informasi,” katanya.

dr Aldo diduga sebagai eksekutor aborsi di Klinik BMC yang milik tersangka dr Jabat Parlindungan Napitupulu yang pada Sabtu (14/5/2016) datang ke Mapolresta Bekasi menyerahkan diri.

Untuk menghindari penangkpan, dr Aldo diketahui kerap berpindah-pindah lokasi. Namun polisi sampai saat ini terus memburunya.

Sebelumnya, Aldo sempat terdeteksi berada di daerah Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, tapi setalah dikejar sudah menghilang hingga polisi kehilangan jejak.

Pemburuan terhadap Aldo bermula saat polisi menggerebek klinik tersebut pada 28 April 2016. Polisi telah menetapkan tujuh tersangka yakni YS, MRYN, NN, KRTN, MMN, dr Jabat dan dr Aldo.[IDH/BES]

BEKASI TOP