Keluarga Nainggolan Dikenal Baik dan Terbuka

Korban pembunuhan sadis sekeluarga di Jatirahayu, Pondok Melati, Selasa 13 Nopember 2018.[IST]

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Satu keluarga di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, menjadi korban pembunuhan pada Selasa (13/11) dini hari.

Warga setempat menilai keluarga yang dikepalai oleh Diperum Nainggolan (38 tahun) itu cukup dikenal baik dan terbuka di tengah masyarakat setempat.

“Orangnya terbuka, tidak tertutup dengan pergaulan di sini. Kebetulan istri saya teman sekolah istri Pak Nainggolan. Dulu di Sekolah Alkitab, Majalengka,” kata salah satu warga, Yosep (52 tahun), Selasa (13/11).

Diperum menjadi korban pembunuhan bersama istrinya, Maya Boru Ambarita (37 tahun), dan kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9 tahun) dan Arya Nainggolan (7 tahun).

Yosep menuturkan, kedua anak yang menjadi korban tersebut juga selalu nampak ceria. Setiap kali Yosep melalui rumahnya dan berpapasan dengan kedua anak Nainggolan, pasti selalu menyapa. “Anak-anaknya kalau saya lewat pasti panggil, opung, ppung,” ujar dia.

Yosep merasa terkejut ketika mendengar kabar meninggalnya keluarga Nainggolan. Padahal, setahu dia, keluarga Nainggolan tidak memiliki masalah. Nainggolan bersama istrinya kini menjalankan usaha warung sembako dan mengelola rumah kost dengan 28 kamar.

KLIK : Pembunuhan Sadis! Sekeluarga Dibantai di Jatirahayu

Namun, Rumah kost itu sendiri bukan milik Nainggolan melainkan milik kakaknya. Nainggolan sebagai adik dipercaya sebagai pengelola. Sebelum membuka usaha warung sembako dan mengelola rumah kost, Yosep menuturkan Nainggolan pernah bekerja sebagai sopir Bus Transjakarta.

Ketua RT 02/RW 07 Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi, Agus Sani mengatakan, di hari-hari sebelumnya sama sekali tidak ada laporan atau aduan yang masuk terkait masalah di keluarga Nainggolan. “Setahu saya tidak ada apa-apa. Laporan cekcok gitu juga tidak ada. Misal ada masalah pasti ada laporan ke saya,” katanya.

Senada dengan Yosep, Agus mengatakan, keluarga Nainggolan akrab dengan warga karena membuka usaha warung sembako. Otomatis dalam kesehariannya selalu berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Yosep telah menanyakan kepada petugas ronda yang berjaga saat kejadian. Namun, kata dia, petugas tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Hingga pukul 02.00 WIB petugas ronda sempat melewati rumah korban namun kondisi terlihat aman. “Ternyata saat pagi dilihat sudah ada korban,” ujarnya.[]

 

Sumber: Republika.co.id

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *