Solusi Masalah Sampah “Berbasis Warga”

POSBEKASI.COM | KOTA BEKASI – Oleh: Aris Yulianto

Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Peraturan Daerah (PERDA) tentang pengelolaan sampah sudah lama diterbitkan.

Sudah jelas diatur untuk mengurangi dan memilah sampah. Namun, dalam pelaksanaannya sangat lemah. Kesadaran warga pun sangat kurang.

Ada berbagai komunitas peduli sampah yang bisa menjadikan inspirasi dan sukses mendidik warga. Kesadaran warga sendiri perlu di bangkitkan, inilah solusi permasalahan sampah di kota-kota besar.

Di Jakarta Selatan tepatnya di bantaran Kali Ciliwung, Kampung Sawah, Jagakarsa, terlihat rapi, bersih dan asri. Sangat berbeda dari sebelum tahun 2010, Kali Ciliwung terlihat kotor dan kumuh. Akhir tahun 2010 Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) yang di pimpin Usman Firdaus secara perlahan membenahi lingkungan kali.

KLIK : Heri Koswara Apresiasi Pemuda Peduli Pengelolaan Sampah Bekasi

Komunitas “Mat Peci” mendidik warga bahwa Kali Ciliwung adalah sumber kehidupan bukan tempat sampah liar. Mereka mulai membersihkan sampah dan berdialog dengan warga.

Di Kota Tangerang Selatan tepatnya di Kampung Pondok Aren, ada gerakan komunitas warga Lab Tanya “Kota Tanpa Sampah”. Program ini dibuat dengan tujuan agar warga dapat mengelola sampah dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Sejak 2014 “Lab Tanya” di bawah inisiasai Susiadi Wibowo alias Adi mendidik warga dalam memilah sampah organik dan plastik.

Di Kota Bekasi, sejumlah anak muda “KOMBET’S” Komunitas Bekasi Tanpa Sampah menggagas pengelolaan sampah warga. Saat ini sudah ada komunitas warga di Jakarta, Tangerang Selatan, Kota Bekasi.

Jika komunitas warga ini bersinergi dengan program pemerintah setempat, didukung kebijakan para legislator, dilakukan secara masif, hal itu bisa menjadi solusi masalah kita bersama tentang penanggulangan sampah.

[Penulis Pemerhati Lingkungan]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *