Pasca OTT Meikarta, Pemkab Bekasi Diminta Razia Izin Industri di Kecamatan Setu

Kantor BPMPTSP Kabupaten Bekasi.[DOK]

POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI – Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) proses izin proyek pembangun Meikarta, Pemerintahan Kabupaten Bekasi, di minta merazia izin industri di wilayahnya.

“Lokasi industri atau pabrik di wiyalah Kabupaten ditenggarai banyak tidak sesuai peruntukan, terutama di wilayah pemukiman dan desa,” kata salah seorang warga Kabupaten Bekasi yang tidak ingin disebutkan namanya kepada posbekasi.com, Kamis 8 Nopember 2018..

Halnya tempat-tempat usaha khususnya industri di wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menurutnya masih ditemukan di beberapa desa yang hanya mengantongi izin tempat pergudangan justru dijadikan sebagai pengelolaan produksi untuk industri tertentu.

KLIK : Neneng Hasanah Kembalikan Uang Suap Rp3 M dan Neneng Rahmi Sin$ 90 Ribu

“Masih ada, bahkan tidak sedikit izin gudang atau tempat penyimpanan barang dijadikan tempat pengelolaan atau produksi industri, layaknya sebuah pabrik,” kata warga Setu itu.

Menurut pria setengah baya tersebut, seperti di Desa Taman Rahayu, dan Burangkeng ada izin gudang tapi menjadi tempat produksi. “Kalau produksi, itu bukan gudang tapi pabrik,” tambahnya.

KLIK : KPK Ambil Sampel Suara, Neneng: “Cuma Voice Recorder Saja”

Belum lagi masalah limbah dari produksi itu mencemarkan lingkungan, apalagi di wilayah pemukiman justru yang semestinya tidak boleh ada pabrik beroperasi malah semakin tidak terkontrol.

“Sebagai masyarakat, tentu kita berharap kasus suap Meikarta yang mengakibatkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di OTT KPK menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Bekasi tidak sembarangan memberi izin terutama izin pabrik di wilayah padat pemukiman. Kami minta Pemkab Bekasi untuk melakukan penertiban atau razia izin industri yang tidak sesuai peruntukannya di Desa Setu dan Burangkeng,” ungkapnya.[ESO/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *